Kemenhaj Optimalkan Ekonomi Haji dan Umrah, Potensi Rp 194 Triliun per Tahun

Sinta Nur

Kemenhaj Optimalkan Ekonomi Haji dan Umrah, Potensi Rp 194 Triliun per Tahun
Kemenhaj Optimalkan Ekonomi Haji dan Umrah, Potensi Rp 194 Triliun per Tahun

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah, yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi mencapai sekitar Rp 194 triliun setiap tahun. Langkah ini diambil untuk meningkatkan partisipasi produk dalam negeri serta pelaku usaha nasional dalam sektor yang memiliki potensi besar ini.

Dalam forum yang berlangsung, para peserta membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah. Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan meliputi pengembangan sektor pangan, logistik, investasi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

PLN Minta Maaf atas Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa

Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Tri Hidayatno, Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, menyatakan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan langkah strategis untuk meningkatkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. “Potensi ekonomi haji dan umrah merupakan peluang strategis yang harus dioptimalkan bersama.

Ketua BEM FH UBK Terima Uang untuk Pindahkan Aksi dari Istana ke DPR RI

Melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, kami ingin memastikan semakin banyak produk, layanan, dan pelaku usaha Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai haji dan umrah,” ujarnya.

Forum tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara regulator, pengelola investasi, mitra internasional, dan pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan haji dan umrah.

Salah satu fokus yang dibahas adalah peningkatan pemanfaatan produk pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan jamaah Indonesia di Arab Saudi. Komoditas seperti beras premium dan produk perikanan dinilai memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan konsumsi jamaah.

Yosi, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, menekankan bahwa kebutuhan beras premium di Arab Saudi membuka peluang besar bagi produk pertanian Indonesia. “Kebutuhan beras premium di Arab Saudi merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Selain sektor pangan, forum juga membahas pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk memperkuat distribusi dan rantai pasok kebutuhan jamaah.

Para pemangku kepentingan sepakat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mengoptimalkan kerja sama dengan mitra Arab Saudi, serta mempercepat penyusunan mekanisme dan peta jalan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berkelanjutan.

Melalui langkah tersebut, Kemenhaj berharap semakin banyak produk dan pelaku usaha nasional yang terlibat dalam rantai pasok haji dan umrah sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Tinggalkan komentar