BSI Cetak Laba Bersih Rp 3,39 Triliun, Tumbuh 16,73% di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Hayati Intisari

BSI Cetak Laba Bersih Rp 3,39 Triliun, Tumbuh 16,73% di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
BSI Cetak Laba Bersih Rp 3,39 Triliun, Tumbuh 16,73% di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 3,39 triliun untuk periode Januari hingga Mei 2026, mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,73% year on year (yoy). Pertumbuhan laba ini didorong oleh kinerja positif hampir seluruh indikator keuangan, meskipun situasi ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian.

Menurut laporan keuangan BSI yang dirilis pada Kamis (25/6/2026), laba bersih untuk bulan Mei 2026 mencapai Rp 588,90 miliar, yang menunjukkan peningkatan sebesar 11,97% yoy, meskipun mengalami penurunan 2,66% month on month (mom).

Danantara Gelar Forum Strategis untuk Perkuat Sinergi Kementerian dan Lembaga

Seluruh lini pembiayaan BSI menunjukkan pertumbuhan yang optimal, mencerminkan strategi yang efektif dalam mengelola portofolio pembiayaan.

Total pembiayaan yang disalurkan oleh BSI tumbuh 14,63% yoy, mencapai Rp 334,01 triliun hingga Mei 2026. Pertumbuhan ini tetap berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan untuk tahun fiskal 2026, yaitu sebesar 10-14% yoy.

Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindah ke Vietnam dan Dampak PHK di RI

Bagi hasil yang dilaporkan untuk pemilik dana investasi mencapai Rp 3,54 triliun, meskipun mengalami penurunan 8,07% yoy, yang menunjukkan tantangan dalam menjaga imbal hasil di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Pendapatan setelah distribusi hasil yang diterima BSI mencapai Rp 8,94 triliun, meningkat 13,31% yoy pada periode yang sama. Namun, rasio net imbalan (NI) BSI tertahan di level 4,79% pada Mei 2026, lebih rendah dari target yang dipatok di atas 5,50% untuk tahun fiskal 2026.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun laba tumbuh, ada tantangan dalam meningkatkan margin keuntungan.

Biaya provisi BSI juga mengalami penurunan menjadi Rp 960,80 miliar, turun 21,58% yoy, meskipun terdapat lonjakan bulanan sebesar 36,04% mom. Rasio cost of financing (CoF) meningkat menjadi 0,75% pada Mei, sementara rasio cost of capital (CoC) tetap terkendali di bawah pedoman FY26 yang kurang dari 0,84%.

Dengan demikian, BSI menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada.

Tinggalkan komentar