Luhut Sebut Family Office Dapat Tingkatkan Kepercayaan Investor Internasional

Virgiawan Mahardika

Luhut Sebut Family Office Dapat Tingkatkan Kepercayaan Investor Internasional
Luhut Sebut Family Office Dapat Tingkatkan Kepercayaan Investor Internasional

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pembentukan family office di Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan investor internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta Pusat pada Kamis, 25 Juni 2026.

Luhut menjelaskan bahwa family office dapat berfungsi sebagai sarana untuk menarik investasi asing, yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat perekonomian nasional.

Purbaya Yudhi Sadewa: Kenaikan Harga Minyak Jadi Ujian Ekonomi Indonesia

Ia mengakui bahwa ide pengembangan family office di Bali sempat menuai kritik dari berbagai pihak. Menurutnya, banyak yang tidak memahami konsep tersebut, termasuk jaminan bahwa family office tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Siapa yang mau bakar APBN? Seperti ini yang nggak ngerti masalah terus bicara.

Saya bilang kan saya belajar. Biar saya dari tentara nggak bego-bego amat," ujar Luhut, menanggapi kritik yang muncul.

BPS Menegaskan Sensus Ekonomi 2026 Bukan Pendataan Pajak atau Bantuan

Luhut juga menyoroti bahwa konsistensi penegakan hukum masih menjadi tantangan yang mempengaruhi tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar family office melibatkan hakim internasional dalam prosesnya untuk membangun kepercayaan.

"Jadi, saya usul kepada presiden waktu itu, supaya kita pake common law, dan kemudian judge-nya sampai untuk arbitrase dari luar, kita ambil mungkin untuk bangun trust, confidence," tambahnya.

Lebih lanjut, Luhut menyebutkan bahwa investor global telah memberikan sinyal positif terkait minat mereka untuk menempatkan family office di Bali. "Mereka yang minta, sebenarnya saya sudah mendengar ini hampir dua tahun lalu dengan beberapa orang kaya di sana," ungkapnya.

Luhut percaya bahwa keberadaan family office dapat menjadi pendorong penguatan ekonomi nasional, karena masuknya dana dari luar negeri diyakini dapat membantu memperkuat nilai tukar rupiah.

Pemerintah, menurut Luhut, telah menyiapkan berbagai kajian terkait rencana ini, termasuk mempelajari model yang diterapkan di negara-negara seperti Dubai, Abu Dhabi, Gujarat, Singapura, dan Hong Kong. "Nanti kalau saya nggak keliru, Danantara tanggal 18 nanti ada gathering di Bali, dan saya minta kita semua mendukung ini.

Karena orang tanya apa untung kita? Untung kita kalau duitnya masuk di Indonesia ya paling tidak memperkuat rupiah kita, itu salah satu," ungkap Luhut, menekankan pentingnya dukungan untuk inisiatif ini.

Tinggalkan komentar