Saham BRI Menguat, IHSG Terangkat di Tengah Aksi Borong Investor

Hayati Intisari

Saham BRI Menguat, IHSG Terangkat di Tengah Aksi Borong Investor
Saham BRI Menguat, IHSG Terangkat di Tengah Aksi Borong Investor

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penguatan yang signifikan pada sesi I perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Pada pukul 11.36 WIB, saham BBRI tercatat naik 3,56% menjadi Rp 2.900.

Total volume perdagangan mencapai 202,15 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 573,05 miliar, menunjukkan minat yang tinggi dari para investor.

APINDO: Kenaikan Suku Bunga dan Melemahnya Rupiah Tekan Pengusaha

Penguatan saham BBRI ini didorong oleh aksi borong yang dilakukan oleh investor, dengan catatan net buy mencapai Rp 205,7 miliar, yang merupakan angka tertinggi di antara saham-saham lainnya.

Data ini diperoleh dari aplikasi Stockbit Sekuritas, yang juga mencatat frekuensi perdagangan mencapai 28.664 kali, menandakan aktivitas yang cukup tinggi di pasar.

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.099 pada Perdagangan Siang Ini

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menjelaskan bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dipicu oleh technical buying setelah adanya koreksi yang terjadi akibat hasil MSCI Market Classification Review.

Meskipun Indonesia tetap berstatus sebagai Emerging Market, para investor masih menunggu implementasi reformasi pasar yang dijadwalkan untuk dievaluasi kembali pada November 2026. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar.

Dari sisi global, pasar saat ini menantikan rilis data inflasi PCE di Amerika Serikat serta data tenaga kerja yang dapat mempengaruhi arah kebijakan The Federal Reserve. BRIDS menambahkan bahwa penguatan dolar AS dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan IHSG.

Ini menunjukkan bahwa meskipun ada penguatan, tantangan dari faktor eksternal masih perlu diperhatikan.

Investor diimbau untuk mencermati apakah penguatan saham ini diikuti oleh perbaikan nilai tukar rupiah dan peningkatan nilai transaksi. BRIDS menekankan bahwa jika faktor-faktor tersebut terkonfirmasi, peluang untuk technical rebound dapat berkembang menjadi pemulihan yang lebih kuat di pasar saham Indonesia.

Tinggalkan komentar