Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan signifikan sebesar 2,69 persen, mencapai level 6.041 pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2026). Total volume transaksi yang tercatat mencapai 12,5 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp7,9 triliun.
Angka ini menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang cukup tinggi di pasar saham Indonesia.
Dari total 959 saham yang diperdagangkan, sebanyak 557 saham mengalami penguatan, sementara 149 saham mengalami penurunan, dan 253 saham stagnan.
Penguatan ini juga terlihat pada indeks-indeks utama lainnya, di mana LQ45 mencatat kenaikan sebesar 2,89 persen, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,69 persen, IDX30 naik 2,91 persen, dan MNC36 naik 2,83 persen. Hal ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pasar saham di tengah kondisi ekonomi yang berfluktuasi.
Pada sesi I perdagangan, mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, termasuk sektor keuangan, bahan baku, transportasi, dan industri. Kenaikan ini menunjukkan bahwa berbagai sektor ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan pertumbuhan, yang dapat menjadi indikator positif bagi investor.
Beberapa saham yang masuk dalam daftar top gainers antara lain PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 24,38 persen ke harga Rp3.110, diikuti oleh PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCIS) yang naik 22,67 persen ke Rp92, serta PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) yang naik 20,57 persen
ke Rp64.
Kenaikan ini menunjukkan minat yang tinggi dari investor terhadap saham-saham tersebut.
Sementara itu, di sisi lain, terdapat beberapa saham yang termasuk dalam kategori top losers, seperti PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) yang turun 10 persen ke Rp4.050, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang juga turun 10 persen ke Rp3.060, dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) yang mengalami penurunan serupa hingga mencapai harga Rp36.
Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor tertentu di pasar.












Tinggalkan komentar