Media Sosial Jadi Sumber Berita Utama, Menggeser Televisi dan Situs Berita

Eniyati

Media Sosial Jadi Sumber Berita Utama, Menggeser Televisi dan Situs Berita
Media Sosial Jadi Sumber Berita Utama, Menggeser Televisi dan Situs Berita

Dilansir dari Kompas.com, Media sosial telah menjadi sumber berita utama bagi masyarakat global, melampaui televisi dan situs berita, menurut laporan "Digital News Report 2026" dari Reuters Institute. Riset ini melibatkan lebih dari 85.000 responden di 48 negara, termasuk Indonesia, yang dilakukan antara Januari hingga Februari 2026.

Hasil riset menunjukkan bahwa 54 persen responden mengaku mendapatkan berita dari media sosial dan platform video dalam sepekan terakhir. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan televisi yang mencatat 52 persen dan situs berita yang berada di angka 51 persen.

Satgas PASTI Hentikan Lima Entitas Penipuan Digital Berbasis Drama China

Tren ini terus meningkat dalam lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang mengandalkan media sosial untuk mengikuti perkembangan informasi sehari-hari.

Di Indonesia, penggunaan WhatsApp sebagai sumber berita meningkat signifikan, dengan lonjakan 13 poin persentase menjadi 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, penggunaan media sosial dan platform video sebagai sumber berita utama juga mengalami kenaikan 8 poin persentase, mencapai 48 persen pada tahun ini.

Kode Redeem Genshin Impact Terbaru Hadir, Dapatkan 6 Hadiah Menarik

Profesor Janet Steele dari George Washington University menyatakan bahwa platform seperti WhatsApp, YouTube, Facebook, dan TikTok sangat populer di Indonesia, dengan 64 persen masyarakat melaporkan memperoleh berita dari platform-platform tersebut.

Pengaruh TikTok sebagai platform berita juga semakin meningkat, dengan 43 persen responden di Indonesia menggunakannya untuk mendapatkan berita dalam sepekan terakhir. Angka ini menempatkan Indonesia di antara negara dengan penggunaan TikTok untuk berita tertinggi di dunia, bersanding dengan Malaysia dan Peru.

Sementara itu, di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, penggunaan TikTok sebagai sumber berita masih relatif rendah, masing-masing hanya sekitar 10 persen dan 7 persen.

Selain TikTok, Instagram juga menunjukkan pertumbuhan sebagai platform distribusi berita, sedangkan penggunaan platform X (dahulu Twitter) sebagai sumber berita terus menurun, kemungkinan akibat perubahan kepemilikan yang terjadi setelah akuisisi Elon Musk.

Secara global, sekitar 10 persen responden mengaku menggunakan chatbot AI untuk memperoleh informasi atau berita dalam sepekan terakhir, meningkat 3 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Korea Selatan menjadi negara dengan tingkat penggunaan chatbot AI untuk berita tertinggi, yakni 14 persen, diikuti oleh Brazil dengan 13 persen.

Indonesia berada di posisi berikutnya dengan 12 persen, sejajar dengan Yunani. Peningkatan penggunaan chatbot AI ini menunjukkan bahwa kelompok usia muda menjadi pengguna paling aktif, dengan 16 persen responden berusia di bawah 35 tahun mengaku menggunakan AI untuk mencari berita.

Namun, di balik meningkatnya konsumsi berita melalui media sosial, Reuters juga mengingatkan adanya tantangan baru. Algoritma media sosial cenderung mengutamakan konten dengan interaksi tinggi, bukan selalu yang paling akurat.

Hal ini menjadi perhatian penting dalam penyebaran informasi di era digital, di mana akurasi informasi sangat diperlukan untuk menjaga kualitas berita yang diterima masyarakat.

Tinggalkan komentar