China Makin Serius Ingin Saingi Starlink

Eniyati

China Makin Serius Ingin Saingi Starlink
China Makin Serius Ingin Saingi Starlink

China menunjukkan keseriusannya untuk menyaingi layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk melalui pendanaan baru yang diluncurkan oleh perusahaan satelit SpaceSail. Pendanaan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan konstelasi satelit dan memperluas pasar internasional.

Menurut laporan dari media pemerintah China, China Securities Times, SpaceSail akan melepas hingga 20 persen saham kepada maksimal tiga investor baru, sambil mengajak investor lama untuk berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

Meutya Hafid: Strategi Barukan untuk Memperkuat Ekonomi Digital Indonesia

SpaceSail, yang didukung oleh Pemerintah Kota Shanghai, menargetkan peluncuran hingga 15.000 satelit LEO (Low Earth Orbit) pada tahun 2030. Jaringan satelit ini diharapkan dapat menyediakan layanan internet broadband, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.

Satelit orbit rendah beroperasi pada ketinggian antara 160 hingga 2.000 kilometer dari permukaan bumi, yang memungkinkan latensi lebih rendah dibandingkan satelit geostasioner yang berada di ketinggian lebih tinggi.

Apple Siapkan 20 Produk Baru untuk Rilis pada 2026 dan 2027

Selain di China, SpaceSail juga telah memperoleh izin dari regulator telekomunikasi Brasil, Anatel, untuk mengoperasikan layanan komunikasi komersial di negara tersebut. Langkah ini menunjukkan ambisi besar China untuk memperkuat posisinya dalam industri internet satelit global dan menantang dominasi Starlink yang saat ini menjadi pemimpin pasar.

Pendanaan baru ini muncul di tengah meningkatnya persaingan industri satelit orbit rendah global. Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah SpaceX, perusahaan yang mengoperasikan layanan internet satelit Starlink, mencatatkan sejarah melalui penawaran saham perdana (IPO) terbesar di dunia.

SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dollar AS dalam debutnya di bursa saham, yang kemudian meningkat menjadi sekitar 85,7 miliar dollar AS. Keberhasilan IPO tersebut memberikan SpaceX tambahan sumber pendanaan untuk mengembangkan bisnis kecerdasan buatan, internet satelit, dan infrastruktur antariksa.

Dengan berbagai langkah yang diambil oleh SpaceSail dan dukungan dari pemerintah, terlihat jelas bahwa China berkomitmen untuk membangun ekosistem internet satelit sendiri dan bersaing di panggung global. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan dalam industri teknologi satelit akan semakin ketat di masa mendatang.

Tinggalkan komentar