Dilansir dari Kompas.com, Di usia 91 tahun, Yang Binglin asal Fuzhou, China, tetap aktif bermain video game, sebuah kegiatan yang mungkin tidak umum dilakukan oleh banyak orang seusianya. Ia dikenal sebagai 'Game Grandpa' dan tercatat dalam Guinness World Records sebagai streamer game pria tertua di dunia.
Yang Binglin bukan berasal dari latar belakang industri teknologi atau game; sebelum pensiun pada tahun 1996, ia bekerja sebagai insinyur perminyakan. Setelah pensiun, ia mulai mengenal dunia video game dan perlahan-lahan berubah menjadi penggemar berat konsol.
Saat ini, Yang memiliki lebih dari 500 keping game dan telah memainkan berbagai generasi konsol PlayStation.
Popularitas Yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir setelah ia rutin membagikan aktivitas bermain game di platform video China, Bilibili. Salurannya, yang ia beri nama “Hardcore Gamer_Old Man Yang,” kini memiliki lebih dari 230.000 pelanggan.
Pada tahun 2024, Guinness World Records mengakui Yang sebagai streamer game pria tertua di dunia saat berusia 88 tahun. Setahun kemudian, ia kembali memperbarui rekornya di usia 90 tahun dan menerima penghargaan khusus Guinness World Records ICON dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 organisasi tersebut.
Meski sudah berusia lanjut, Yang masih aktif memainkan berbagai game modern yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi. Beberapa judul yang pernah ia tamatkan antara lain Sniper Elite, Red Dead Redemption 2, God of War, Tomb Raider, hingga Black Myth: Wukong.
Yang baru-baru ini viral setelah berhasil menamatkan game Resident Evil Requiem di usia 91 tahun. Yang menarik, ia tidak mengandalkan panduan internet atau video walkthrough seperti kebanyakan pemain saat ini.
Sebaliknya, ia membuat catatan dan peta sendiri dengan tulisan tangan untuk membantu memecahkan teka-teki dan menyelesaikan misi di dalam game.
Yang menganggap video game sebagai latihan untuk menjaga otak tetap aktif dan berencana untuk terus bermain selama kondisi matanya masih memungkinkan. Kisah Yang juga ramai dibicarakan warganet di media sosial, di mana banyak yang menyebut gaya hidupnya sebagai 'goals' atau impian saat memasuki masa pensiun.
Tak sedikit pula gamer yang mengaku 'kalah' dengan Yang karena belum tentu mampu menamatkan game-game sulit yang sudah ia selesaikan.
Selain itu, ada juga warganet yang bercanda sekaligus serius menyarankan agar ada orang baik yang menghadiahkan Yang perangkat gaming terbaru, mulai dari konsol PlayStation generasi baru hingga kursi gaming agar ia bisa bermain dengan lebih nyaman layaknya gamer profesional.












Tinggalkan komentar