Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan pertemuan dengan perwakilan BlackRock, perusahaan investasi global asal Amerika Serikat, pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Luhut meminta BlackRock untuk tidak pesimis terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Ia menilai bahwa transformasi digital pemerintah berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi di Tanah Air.
Dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Kamis, 25 Juni 2026, Luhut menyatakan, "Anda jangan terlalu pesimis lihat Indonesia, dengan government technology (GovTech) ini kami banyak bisa selesaikan masalah." Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Luhut terhadap potensi teknologi dalam meningkatkan
efisiensi pemerintahan dan pelayanan publik.
Perwakilan BlackRock sempat mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program tersebut. Menanggapi hal ini, Luhut menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan dukungan penuh dan akan meninjau proyek percontohan GovTech yang berkaitan dengan sistem perlindungan sosial digital berbasis AI.
Proyek ini ditargetkan untuk diluncurkan secara nasional pada Oktober-November 2026. "Dia bilang 'apakah Anda serius?' Saya bilang serius, presidennya juga sudah setuju. Presiden nanti bulan depan akan meninjau piloting di beberapa tempat," ungkap Luhut.
Luhut juga menekankan bahwa saat ini merupakan momentum terbaik untuk berinvestasi di Indonesia. Ia meyakini bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan. "Ini adalah peluang emas untuk berinvestasi di Indonesia. Indonesia tidak akan pernah runtuh," tuturnya, menegaskan potensi besar yang dimiliki negara ini.
Penerapan GovTech berbasis AI diharapkan dapat mengurangi kontak langsung dalam pelayanan publik dan mempercepat proses deregulasi. Luhut menambahkan bahwa AI mampu membaca dan mengharmonisasi berbagai data secara bersamaan, sehingga dapat meningkatkan transparansi dan memperkuat penegakan aturan.
"Ternyata berbasis AI saya kira hampir tidak ada yang bisa lari dari sini, karena AI ini akan membaca, mengharmonisasi semua, dan saya kira pada satu ketika hukum pun akan bisa nanti AI membaca, sehingga kita lebih bagus," tutup Luhut.












Tinggalkan komentar