Qualcomm Luncurkan Chip Server AI Dragonfly C1000, Meta Jadi Pelanggan Pertama

Eniyati

Qualcomm Luncurkan Chip Server AI Dragonfly C1000, Meta Jadi Pelanggan Pertama
Qualcomm Luncurkan Chip Server AI Dragonfly C1000, Meta Jadi Pelanggan Pertama

Dilansir dari Kompas.com, Perusahaan semikonduktor Qualcomm telah resmi memperluas bisnisnya ke pasar data center dengan meluncurkan prosesor server baru bernama Dragonfly C1000. Pengumuman ini disampaikan dalam acara Investor Day 2026 yang berlangsung di New York, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Qualcomm juga mengumumkan kerja sama strategis dengan Meta, yang menjadi pelanggan besar pertama untuk produk ini. Produksi massal prosesor Dragonfly C1000 dijadwalkan akan dimulai pada paruh kedua tahun 2028.

PT NQI dan Hosen-X Jalin Kerja Sama Multi-Juta Dolar untuk Pabrik Energi di Indonesia

Meski demikian, Qualcomm dan Meta tidak mengungkapkan nilai kontrak, jumlah pesanan, maupun rincian harga dari kesepakatan tersebut. Dragonfly C1000 merupakan bagian dari lini produk Dragonfly yang juga mencakup akselerator AI.

Qualcomm menyatakan bahwa chip ini dirancang untuk mendukung era 'agentic AI', yaitu sistem AI yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan kebutuhan komputasi skala besar.

Valve Umumkan Harga Steam Machine, Dimulai dari USD 1.049

Salah satu keunggulan utama dari Dragonfly C1000 adalah efisiensi energi. Qualcomm mengungkapkan bahwa CPU data center ini dirancang untuk memberikan performa per inti (core) yang unggul serta terobosan dalam efisiensi daya, yang sangat penting untuk penerapan data center berskala besar.

Langkah ini juga menandai upaya Qualcomm untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis smartphone, di mana sekitar dua pertiga pendapatan produk perusahaan masih berasal dari pasar ponsel pintar. Dengan pasar smartphone global yang diperkirakan mengalami penurunan tajam pada tahun ini, peluncuran chip baru ini menjadi langkah strategis bagi Qualcomm.

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menekankan bahwa perusahaan ingin menghadirkan platform yang lebih terbuka bagi pengembang. “Kami percaya masa depan AI berada pada platform yang ramah pengembang dan dapat berjalan di berbagai lingkungan komputasi, sehingga pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dalam menjalankan AI,” ujarnya.

Selain memperkenalkan chip baru, Qualcomm juga mengumumkan akuisisi perusahaan perangkat lunak AI bernama Modular dengan nilai sekitar 4 miliar dollar AS, yang setara dengan sekitar Rp 71,8 triliun. Kesepakatan akuisisi ini ditargetkan rampung pada paruh kedua tahun 2026.

Software yang dikembangkan oleh Modular memungkinkan model AI berjalan di berbagai jenis chip tanpa perlu penulisan ulang untuk arsitektur tertentu. Pendekatan ini dianggap sebagai alternatif terhadap platform CUDA milik Nvidia yang saat ini mendominasi industri AI.

Selain Meta, Qualcomm juga dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menyediakan layanan desain chip khusus, termasuk kemungkinan pengembangan prosesor pemrosesan video. Namun, hingga saat ini, baik Qualcomm maupun ByteDance belum memberikan konfirmasi resmi mengenai hal tersebut.

Tinggalkan komentar