Pembayaran Bonus Karyawan Di Sektor TI Korea Selatan Menjadi Sorotan BOK

Virgiawan Mahardika

Juni 21, 2026

2
Min Read
Pembayaran Bonus Karyawan Di Sektor TI Korea Selatan Menjadi Sorotan BOK
Pembayaran Bonus Karyawan Di Sektor TI Korea Selatan Menjadi Sorotan BOK

Bank Sentral Korea (BOK) menyoroti dampak pembayaran bonus karyawan di industri teknologi yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Dalam laporan tertanggal 17 Juni, BOK mengingatkan bahwa inflasi tahun ini sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga energi akibat perang di Iran.

BOK juga menyatakan jika konflik tersebut mereda, inflasi masih dapat meningkat secara bertahap seiring dengan meningkatnya pendapatan dan pertumbuhan upah. Pembayaran bonus besar di perusahaan-perusahaan TI berisiko menimbulkan kenaikan upah lebih luas, yang dapat memicu inflasi lebih tinggi.

BOK mengungkapkan proyeksi inflasi setahun penuh mencapai 2,7%, melebihi target 2%. Perhatian BOK meningkat setelah laporan bonus besar yang dibayarkan kepada karyawan di perusahaan teknologi, termasuk SK Hynix dan Samsung Electronics.

Meskipun perusahaan tidak mengungkapkan jumlah pastinya, SK Hynix setuju untuk mengalokasikan 10% dari laba operasional sebagai bonus bagi karyawan, setelah kesepakatan upah dibuat pada September lalu.

Sedangkan, Samsung dilaporkan menyetujui 10,5% dari laba operasional semikonduktornya untuk bonus bagi pekerja chip setelah ancaman pemogokan selama 18 hari pada Mei.

Menurut serikat pekerja yang enggan disebutkan namanya, seorang pekerja chip dengan gaji pokok 80 juta won (US$ 52.400) diperkirakan akan menerima bonus total sekitar 626 juta won (US$ 410.000) tahun ini.

Karyawan SK Hynix diperkirakan akan menerima bonus lebih dari 700 juta won (US$ 454.851) jika perusahaan mencapai laba tahunan 250 triliun won.

BOK mencatat bahwa walau biasa bonus tidak berpengaruh besar terhadap tekanan permintaan, peningkatan bonus yang substansial dapat menyebabkan pertumbuhan upah menjalar ke sektor lain. Ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dari sisi penawaran dan permintaan.

“Khususnya, karena bonus kinerja sektor TI baru-baru ini dibayarkan dalam skala yang sangat luar biasa, kemungkinan dampak aktualnya bisa lebih besar dari yang diperkirakan tidak dapat dikesampingkan,” kata BOK.


Catatan sumber artikel

Referensi sumber: finance.detik.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan komentar