Pelemahan harga Bitcoin belakangan ini dipicu oleh respons terhadap hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru di bawah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Pada pertemuan tersebut, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%-3,75%.
Namun, nada kebijakan yang lebih hawkish membuat pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap pelonggaran moneter.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menyatakan bahwa koreksi pasca FOMC adalah bagian dari dinamika pasar global. Ia menjelaskan bahwa ketika terjadi perubahan ekspektasi terkait kebijakan moneter, volatilitas seperti ini bukan hal baru bagi pasar aset kripto.
Aloysia menekankan pentingnya memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek sering terkena pengaruh sentimen makro.
“Keputusan investasi sebaiknya tetap berdasarkan riset dan strategi yang matang,” kata Aloysia dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip pada Minggu (21/6/2026).
Sentimen pasar tercermin dari arus dana institusional, di mana ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mengalami arus keluar bersih (net outflow) mencapai US$ 112,8 juta setelah FOMC, yang menunjukkan sikap defensif pelaku pasar.
Dalam konteks tersebut, Aloysia menekankan pentingnya evaluasi kembali tujuan investasi dan strategi yang digunakan. Ia menyarankan untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR) dan menerapkan strategi investasi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) untuk menghindari keputusan yang dipengaruhi oleh ketakutan atau euforia pasar.
Di sisi lain, Aloysia menyerukan agar investor melihat perkembangan pasar secara komprehensif. Faktor fundamental seperti tingkat adopsi aset digital, perkembangan teknologi blockchain, dan partisipasi investor jangka panjang tetap penting disorot dalam investor menyesuaikan strategi mereka.
Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga menghilangkan forward guidance, yang berarti tidak memberikan sinyal eksplisit tentang kemungkinan arah kebijakan suku bunga di masa depan.
Ini membuat pasar semakin tergantung pada data ekonomi terbaru seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter ke depan.
Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas untuk mengevaluasi berbagai aspek kebijakan The Fed, termasuk dampak AI terhadap ekonomi. Langkah ini mencerminkan upaya The Fed untuk meninjau kembali kebijakan moneternya di tengah tantangan ekonomi global dan teknologi yang berkembang.
Aloysia menyoroti bahwa faktor produktivitas dan dampak AI menarik untuk dicermati. “Pelaku pasar perlu melihat perkembangan ini sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar,” pungkasnya.
Rata-rata harga Bitcoin berdasarkan data CoinGeck menunjukkan fluktuasi, dengan harga Januari mencapai US$ 90.751 dan turun ke US$ 78.067 pada Mei.
Referensi sumber: finance.detik.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar