Kondisi Bandara Internasional Minangkabau Menurun Ditengah Lonjakan Harga Tiket

Virgiawan Mahardika

Juni 21, 2026

2
Min Read
Kondisi Bandara Internasional Minangkabau Menurun Ditengah Lonjakan Harga Tiket
Kondisi Bandara Internasional Minangkabau Menurun Ditengah Lonjakan Harga Tiket

Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumatera Barat, mencatat penurunan jumlah penumpang hingga 61% mencapai 931.737 orang hingga Mei 2026. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya tingkat penerbangan sebesar 59%, dengan total penerbangan sebanyak 7.492 hingga periode yang sama.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya armada pesawat setelah pandemi COVID-19. Maskapai cenderung memilih rute yang memiliki permintaan tinggi, sehingga armada yang tersedia tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Dony menyebut bahwa penumpang di bandara ini sebagian besar adalah perantau yang datang pada waktu-waktu tertentu, seperti saat Hari Besar Keagamaan Idul Fitri. Di tengah peningkatan jumlah penumpang, rata-rata penumpang per hari mencapai 6.000 pada hari-hari tertentu.

Di samping itu, konflik di kawasan Timur Tengah telah meningkatkan harga avtur, yang berdampak langsung pada harga tiket pesawat. Dony mengungkapkan bahwa dampak dari kondisi geopolitik ini telah mengurangi jumlah penumpang secara langsung.

"Para pemilik armada cenderung tidak terbang jika seat tidak penuh untuk meminimalkan biaya operasional," ujarnya.

Target untuk jumlah penumpang di Bandara Internasional Minangkabau hingga akhir 2026 diprediksi mencapai 2,4 juta, yang lebih tinggi dibanding capaian tahun 2025 sebesar 2,37 juta penumpang.

Namun, angka tersebut masih di bawah capaian sebelum pandemi COVID-19, yang tercatat mencapai 3 juta penumpang pada 2019.

Dony menambahkan, meskipun mengalami penurunan, pihaknya tetap optimis untuk mencapai target 2,5 juta penumpang. "Kita harus realistis dengan beberapa faktor yang ada, namun kita optimis dapat kembali ke angka tahun 2019 pada tahun 2028," tutupnya.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: finance.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar