APINDO: Belum Ada Keputusan Pasti Pabrik Jepang Hengkang ke Vietnam

Virgiawan Mahardika

APINDO: Belum Ada Keputusan Pasti Pabrik Jepang Hengkang ke Vietnam
APINDO: Belum Ada Keputusan Pasti Pabrik Jepang Hengkang ke Vietnam

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengklarifikasi kabar mengenai dua pabrik komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur yang dikabarkan akan hengkang ke Vietnam. Konsekuensinya, kemungkinan besar akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, menjelaskan bahwa saat ini belum ada keputusan final terkait rencana hengkang dua pabrik tersebut. Ia mengungkapkan pentingnya meneliti informasi yang beredar. Bob mengatakan, "Kita belum dapat laporannya, jadi kita harus lihat dulu.

Ketegangan Israel dan Lebanon Tekankan Harga Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya

Harus diteliti dulu, jangan digong langsung gitu, ya kan."

Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang dimaksud bisa jadi sedang merencanakan konsolidasi regional atau reposisi produk, bukan berencana hengkang dari Indonesia. Bob mengingatkan bahwa perusahaan tersebut adalah entitas multinasional yang beroperasi di berbagai negara.

Kementerian Perdagangan Sarankan Horeka Serap Telur dan Ayam untuk Stabilkan Harga

Bob juga mengetahui nama perusahaan yang dimaksud, namun ia tidak menyebutkannya secara spesifik. Ia hanya memastikan bahwa kedua perusahaan itu adalah produsen komponen kendaraan listrik yang mengeskpor produk ke Amerika Serikat.

Ia menambahkan, saat ini produsen komponen otomotif yang berbasis ekspor menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mengimpor produk ke AS yang dikenakan tarif baru.

Dari informasi yang diterima Bob, tidak ada rencana konkret untuk hengkang. “Makanya kita harus klarifikasi lagi, apakah bener-bener hengkang, ya kan. Yang saya dengar nggak begitu, gitu loh,” ungkapnya menekankan perlunya penelitian lebih mendalam tentang isu ini.

Sebelumnya, kabar hengkangnya dua pabrik Jepang ini diungkap oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Ia menyatakan bahwa pemilik pabrik berencana memindahkan produksi kendaraan listrik ke Vietnam.

Menurut Iqbal, jika rencana ini terwujud, ribuan pekerja akan terdampak PHK. Namun, Ia juga tidak menyebut nama pasti dua perusahaan tersebut, hanya memberikan inisial PT J dan PT S.

“Informasi awal ini bisa mengakibatkan PHK yang signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).

Iqbal menjelaskan bahwa kondisi di Indonesia untuk memproduksi mobil listrik dianggap tidak kompetitif, sedangkan Vietnam sedang mengembangkan kebijakan untuk industri mobil listrik. Ia menambahkan bahwa ini masih dalam tahap diskusi awal dan bersifat preliminer.

Tinggalkan komentar