Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Jawa Timur. Pada acara yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, Prabowo memberi perhatian khusus kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Momen tersebut terjadi ketika nama Bahlil disebut, di mana tepuk tangan yang diterimanya lebih keras dibandingkan menteri lainnya. Prabowo kemudian melontarkan pertanyaan kepada peserta, "Kok tepuk tangannya keras banget?" yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam pidatonya, Prabowo melanjutkan dengan gurauan, mempertanyakan apakah tepuk tangan meriah tersebut terkait dengan kebijakan harga BBM bersubsidi yang tidak naik. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM berada di tangan presiden.
“Apa gara-gara harga BBM nggak naik? Yang bikin nggak naik presiden,” ujar Prabowo, yang mendapatkan respons tawa dari Bahlil dan peserta lainnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Mereka semua memberikan dukungan dalam acara yang bertujuan untuk penutupan Musyawarah Nasional NU.
Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun, di tengah berbagai tantangan global. Keputusan ini diambil di tengah gejolak dunia, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Konflik ini mengakibatkan penutupan Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak yang penting, sehingga mempengaruhi pasokan minyak dunia. Sekitar 20% dari total pasokan minyak global melewati jalur strategis ini.
Keputusan pemerintah untuk menahan harga BBM ini merupakan langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi yang tidak menentu.












Tinggalkan komentar