Ancaman El Nino diprediksi akan mempengaruhi cuaca di Indonesia, dengan puncak kemarau berlangsung pada Juli-September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi dampak dari fenomena ini.
Meski demikian, pemerintah meyakini stok beras nasional aman hingga Mei 2027, berkat langkah-langkah antisipatif yang telah diambil sebelumnya.
Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa produksi beras diprediksi melebihi kebutuhan nasional. Dalam keterangannya pada Sabtu (27/6/2026), ia mengatakan, "Kami sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Insyaallah aman, katakanlah sampai Desember.
Bahkan beras kita sudah sampai Mei pun cukup. Jadi tidak masalah." Pernyataan ini menunjukkan keyakinan pemerintah dalam menghadapi tantangan yang mungkin muncul akibat perubahan iklim.
Proyeksi Neraca Pangan menunjukkan bahwa stok beras akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton. Angka ini berasal dari stok awal tahun 2026 sebesar 12,54 juta ton, ditambah proyeksi produksi sebesar 34,76 juta ton, dikurangi kebutuhan konsumsi yang diperkirakan mencapai 31,1 juta ton.
Dengan proyeksi tersebut, stok beras yang ada dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional selama sekitar lima bulan di tahun 2027 mendatang.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menambahkan bahwa pemerintah telah memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk memastikan ketersediaan pangan. Ia juga menyebutkan bahwa efek El Nino belum terasa signifikan di Indonesia, dan progres pertanaman pangan masih menunjukkan pertumbuhan yang baik.
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog juga semakin meningkat berkat penyerapan hasil panen petani lokal.
Sampai Juni 2026, total produksi beras diperkirakan mencapai 19,2 juta ton, yang melebihi kebutuhan konsumsi nasional yang diperkirakan berada di angka 15,4 juta ton.
Proyeksi surplus produksi beras sebanyak 3,7 juta ton tersebut sebagian besar telah diserap oleh Bulog, yang telah melaksanakan penyerapan setara beras sebanyak 3,2 juta ton hingga 26 Juni.
Selain itu, realisasi penyaluran CBP ke masyarakat juga telah mencapai total 1,07 juta ton melalui berbagai program, sementara total stok beras pemerintah yang disimpan Bulog masih berada di angka yang cukup besar, yakni 5,17 juta ton.












Tinggalkan komentar