Harga emas dunia menutup perdagangan akhir pekan ini dengan penguatan hampir 2%, mencapai US$4.088,23 per troy ons pada Jumat, 26 Juni 2026. Meskipun demikian, harga emas masih tercatat melemah 1,73% secara mingguan.
Kinerja emas sepanjang minggu ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan, dengan titik terendah mencapai US$3.958 per troy ons pada Rabu, 24 Juni 2026, yang merupakan level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Penurunan harga emas ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga. Penguatan dolar AS membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mengambil langkah hawkish setelah pertemuan kebijakan terakhirnya, di mana kekhawatiran inflasi akibat perang Iran juga memperkuat ekspektasi tersebut.
Menurut Tai Wong, pedagang logam independen, pasar kini memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga bisa terjadi secepat September. Ia menambahkan bahwa penguatan dolar AS dan sikap hawkish The Fed memberikan tekanan besar terhadap logam mulia.
Meskipun ada level dukungan di bawah US$3.900 per troy ons, Wong mengindikasikan bahwa emas kemungkinan akan memasuki periode konsolidasi yang cukup panjang, karena saat ini aset tersebut mulai kehilangan daya tarik di mata investor.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menjelaskan bahwa harga emas mulai bangkit pada dua hari perdagangan terakhir berkat data inflasi AS yang dirilis sesuai ekspektasi.
Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan kenaikan 4,1% dalam 12 bulan hingga Mei, yang merupakan angka tertinggi dan pertama kalinya inflasi PCE menembus level 4% sejak April 2023. Hasil ini sejalan dengan proyeksi ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Setelah data tersebut dirilis, dolar AS melemah, sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami penurunan tipis.
Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember, meskipun angka ini turun dari 85% sebelum data PCE dirilis.
Fokus utama pasar tetap akan tertuju pada tekanan inflasi ke depan, yang menjadi salah satu alasan mengapa harga emas terus melemah dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.












Tinggalkan komentar