BPS DIY akan menerapkan metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai yang terintegrasi AI dalam Sensus Ekonomi 2026. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data serta menekan potensi kesalahan input.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah DIY. BPS DIY telah melatih 4.082 petugas yang akan mengumpulkan data dari berbagai sektor usaha, termasuk usaha daring.
Endang Tri Wahyuningsih, Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, menjelaskan bahwa metode CAPI merupakan bagian dari transformasi pendataan yang memungkinkan pengumpulan data lebih akurat di era digital. "Kalau dulu mungkin kita masih menggunakan paper, sekarang untuk lebih efisien, petugas menggunakan gadget atau CAPI," ujarnya.
Sistem digital ini dirancang untuk mengurangi tahapan entri ulang data yang sering menjadi sumber kesalahan. Pengintegrasian AI juga dimaksudkan untuk meminimalkan kesalahan input secara real-time dan memastikan data yang terkumpul lebih valid.
BPS DIY telah menyiapkan pelatihan komprehensif bagi petugas, yang mencakup penggunaan perangkat CAPI dan teknik wawancara yang efektif. Masa tugas petugas akan berlangsung lebih dari dua bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Endang menyebutkan bahwa meskipun 31 Agustus menjadi batas akhir pendataan lapangan, petugas masih memiliki fleksibilitas untuk melakukan konfirmasi ulang kepada responden terkait data yang mencurigakan. "31 Agustus itu batas, tetapi kadang-kadang harus konfirmasi lagi kepada responden kalau ada anomali-anomali yang harus dicek," ungkapnya.
Penggunaan metode CAPI ini menandai perubahan signifikan dari sistem pendataan manual yang sebelumnya menggunakan formulir kertas. Dengan teknik ini, BPS DIY berkomitmen untuk menjaga kualitas data yang menjadi dasar bagi kebijakan pembangunan ekonomi di masadepan.
Meskipun teknologi CAPI menawarkan banyak keuntungan, potensi kendala seperti sinyal internet di beberapa wilayah tetap menjadi perhatian. BPS DIY telah menyediakan fitur pendataan offline, sehingga data dapat dikumpulkan meskipun tidak ada akses internet di lokasi.
Endang menambahkan bahwa tantangan yang sering dihadapi petugas adalah menyesuaikan waktu untuk bertemu responden. BPS DIY mengimbau masyarakat untuk menerima petugas dengan baik dan memberikan informasi yang akurat, serta menjamin kerahasiaan data responden sesuai prinsip pelaksanaan sensus.
Referensi sumber: merdeka.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar