Aroma harum dimsum dari dapur Ariwiyanti, Jakarta Barat, kini menjadi langganan katering di Gedung DPR/MPR RI. Usaha yang dimulai dengan modal Rp 6 juta ini telah ada sejak 2018, setelah Ari menjumpai potensi pasar dimsum yang terjangkau.
DoAr Dimsum awalnya dibuat untuk konsumsi keluarga, namun permintaan dari teman mendorongnya untuk memulai bisnis. "Kita buka gerai di sana. Lihat orang-orang pada suka, jadi mulai diseriusin," ucap Ari dalam wawancara.
Ari membuka dua kios di dekat kampus BINUS, namun usaha tersebut terpaksa dihentikan saat pandemi COVID-19. "Waktu pandemi, kampus pada kuliah online. Mahasiswa pulang kampung semua, sepi kita," jelasnya.
Tidak menyerah, Ari mengubah model bisnis menjadi berbasis pesanan dan beralih ke platform digital. Kini ia menawarkan dimsum frozen yang dikukus saat pesanan masuk, memastikan rasa tetap segar dan hangat.
Produk andalan seperti dimsum kukus topping jamur dan crab stick dijual seharga Rp 25 ribu untuk lima pieces. Selama pandemi, Ari melaporkan omzet harian bisa mencapai Rp 2 juta, jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Dari keuntungan tersebut, Ari berinvestasi untuk membeli peralatan industri dan freezer besar. Pada 2021, ia bergabung dengan Rumah BUMN BRI untuk mendapatkan pelatihan dan akses pasar yang lebih luas.
"Jadi di saat sekarang, kita masih aman meski harga bahan pokok naik dan penjualan turun," ungkap Ari mengenai pentingnya manajemen keuangan yang dipelajarinya.
Ari juga mengikuti program BRIncubator pada 2023 dan berhasil meraih posisi lima besar. Hal ini memberinya akses bazar gratis yang meningkatkan popularitas DoAr Dimsum.
Salah satu pencapaian penting adalah omzet mencapai Rp 4 juta dalam dua jam di bazar Piala Presiden. Nama DoAr Dimsum sendiri berasal dari gabungan nama suami dan istri, Dodi dan Ari, serta mengandung makna spiritual akan doa dan usaha.
Saat ini, DoAr Dimsum dipercaya menjadi pemasok katering di Gedung DPR/MPR RI. "Kalau mereka ada menu dimsum, mereka selalu telepon, tolong dong dimsumnya 500 pcs," kata Ari, menunjukkan keandalannya sebagai mitra katering.
Di saat ada bazar besar, Ari mempekerjakan dua asisten, sedangkan untuk produksi harian, ia dibantu oleh anaknya. Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras dan adaptasi Ari dalam menghadapi dinamika bisnis.
Referensi sumber: finance.detik.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar