Kehadiran pembalap lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Mandalika Racing Series (MRS) 2026 di Sirkuit Mandalika diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata dan pembinaan talenta muda. Dinas Pariwisata Provinsi NTB menegaskan bahwa partisipasi ini memiliki dampak signifikan.
Para "lokal hero" tidak hanya menjadi daya tarik promosi pariwisata, namun juga menunjukkan potensi generasi muda NTB di kancah balap motor. Ahmad Nur Aulia, Kepala Dinas Pariwisata NTB, menyatakan bahwa keterlibatan pembalap asal NTB positif, membuka peluang untuk memperkenalkan pariwisata NTB lebih luas.
Sirkuit Mandalika, memiliki fasilitas balap bertaraf internasional, menjadi jalur bagi talent lokal untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan adanya pembalap seperti Veda Ega yang berlaga di Moto3 tingkat internasional, potensi sport tourism Mandalika semakin kuat.
Partisipasi pembalap lokal di MRS 2026 menciptakan aset berharga bagi promosi pariwisata NTB. Kehadiran mereka di sirkuit internasional menarik perhatian publik dan media, mendukung upaya pemerintah daerah menjadikan Mandalika sebagai pusat sport tourism.
Ahmad Nur Aulia menekankan bahwa ajang ini adalah kesempatan untuk memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi pariwisata olahraga. Dengan pembalap lokal yang berkompetisi, masyarakat akan lebih terhubung dan bangga dengan acara tersebut, menarik wisatawan domestik dan internasional.
Pembalap Indonesia yang sukses secara internasional, seperti Veda Ega di Moto3, menjadikan MRS 2026 lebih bermakna. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bahwa Indonesia mampu berprestasi dalam olahraga balap, mendukung pengembangan sport tourism Mandalika.
Mandalika Racing Series 2026 tidak hanya kompetisi, tapi platform penting untuk membina talenta muda. Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, mengungkapkan bahwa MRS bertujuan mencetak pembalap berbakat ke level tinggi.
Dalam MRS 2026, lima pembalap lokal NTB berkompetisi: Gibran, Zafrah Almi, dan Louis Varela di kelas junior Indonesia talent cup, serta Arai Agaska dan Aldiaz di kelas 250 cc dan 600 cc. Keterlibatan mereka membuktikan Sirkuit Mandalika melahirkan bibit unggul.
Ajang ini tidak hanya mengasah kecepatan, tetapi juga mendidik aspek keselamatan, disiplin, dan regulasi balap penting untuk persiapan kompetisi. Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh pembinaan ini dengan fasilitas, pelatihan, dan kesempatan berkompetisi di ajang bergengsi.
Ananda Mikola menegaskan MRS adalah event vital bagi pembalap nasional. Sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara, dan komunitas balap menunjukkan masa depan olahraga balap Indonesia yang cerah. Ini juga memperkuat posisinya sebagai ikon sport tourism global.
Ajang ini tidak hanya untuk mencari dan membina bibit pembalap, juga memperkuat pariwisata. Ajang GT World Challenge Asia di Mandalika pada 1-3 Mei 2026 menjanjikan persaingan ketat dan pengalaman wisata tak terlupakan. MotoGP Indonesia 2025 semakin semarak dengan partisipasi pelajar Lombok Tengah.
Gelaran Mandalika Racing Series 2026 mendatangkan 106 pembalap terbaik untuk menunjukkan bakat mereka. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan kebanggaan atas penunjukan Sabolah Al Kalamby sebagai Komisaris MGPA, berharap ini membawa kesejahteraan lokal.
Ajang motorsport di Sirkuit Pertamina Mandalika secara signifikan meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan ekonomi lokal. Pemkab Lombok Tengah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan untuk pariwisata berkelanjutan. MRS 2026 diharapkan menjadi gerbang pembalap Indonesia ke kancah internasional.
Fenomena Ngabuburide Mandalika menawarkan pengalaman unik saat berbuka puasa di sirkuit, mengubahnya menjadi ruang publik yang inklusif. Hal ini turut mendukung ekonomi lokal dan pariwisata berkelanjutan.
Referensi sumber: merdeka.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar