Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendukung pembangunan Katedral Salib Suci Baru di Asmat, Papua Selatan, dengan menanam cemara. Ini diartikan sebagai simbol harapan dan komitmen pada pembangunan inklusif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Kabupaten Asmat berlangsung pada Minggu, 21 Juni, dimana ia meninjau pembangunan gereja dan melakukan penanaman pohon cemara. Peninjauan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk sarana ibadah.
Sebagai bagian dari agenda kerja, Wapres Gibran juga melibatkan diri dalam penanaman pohon cemara di lingkungan gereja. Aksi ini melambangkan harapan serta keberlanjutan pembangunan rumah ibadah di wilayah tersebut, seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan yang berkeadilan.
Pembangunan Katedral Salib Suci Baru menjadi fokus perhatian publik, sebagai upaya untuk memperkuat infrastruktur di kawasan 3T yang sering kurang tersentuh pembangunan. Kunjungan Wapres merupakan bagian dari rangkaian agenda lebih luas untuk memastikan pembangunan infrastruktur dasar berjalan optimal di Papua Selatan.
Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats, Vallens Aji Sayekti, menjelaskan bahwa struktur utama gereja telah rampung. Saat ini, pembangunan memasuki tahap penyelesaian atap dan interior. Semua material kayu berasal dari kayu lokal khas Asmat, yang dikerjakan secara manual.
Kegiatan pembangunan ini melibatkan masyarakat setempat secara aktif, menciptakan rasa memiliki di antara komunitas. Sekitar 35 pekerja lokal terlibat dalam pembangunan struktur utama, sementara 16 pekerja lainnya bertanggung jawab atas interior gereja. Keterlibatan tenaga kerja lokal juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Asmat.
Partisipasi dari berbagai pihak, termasuk donatur dan sumbangan sukarela aparatur sipil negara, menjadi pilar dalam pendanaan proyek katedral ini. Setelah menerima paparan dari Aji, Wakil Presiden Gibran meninjau area pembangunan secara langsung, sebelum menanam pohon cemara.
Pohon cemara yang ditanam melambangkan semangat kebersamaan dan keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik bagi Asmat. Meskipun mendapat dukungan, Aji mengungkapkan tantangan berupa kekurangan anggaran. Penyelesaian proyek sangat bergantung pada dukungan tambahan agar dapat segera terwujud.
Katedral ini diharapkan menjadi pusat spiritual dan kebanggaan bagi masyarakat Asmat. Sebagian besar proses pembangunan masih memerlukan penggalangan dana lebih lanjut untuk menutupi defisit anggaran.
Referensi sumber: merdeka.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.





Tinggalkan komentar