RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135 hingga Rp 170 di IPO Bulan Depan

Virgiawan Mahardika

RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135 hingga Rp 170 di IPO Bulan Depan
RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135 hingga Rp 170 di IPO Bulan Depan

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menetapkan <a href="https://heinews.net/tag/harga-saham/” data-ailt=”1″ title=”harga saham“>harga saham pada kisaran Rp 135 hingga Rp 170 per lembar dalam penawaran umum saham perdana (IPO) bulan depan. Valuasi ini dianggap masuk kategori premium, berada di atas batas wajarnya.

Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst di Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa kapitalisasi pasar RANS diperkirakan mencapai Rp 1,7 triliun hingga Rp 2,1 triliun, berdasarkan rentang harga penawaran tersebut. Laba bersih yang diproyeksikan untuk tahun 2025 sekitar Rp 56,7 miliar.

Pabrik Baterai Listrik di Karawang Siap Diresmikan oleh Prabowo Juli 2026

Valuasi RANS mencerminkan Price to Earnings Ratio (PER) sekitar 30-38 kali. Alrich menambahkan, valuasi ini terbilang tinggi mengingat RANS masih dalam fase ekspansi dan belum memiliki catatan pertumbuhan laba yang konsisten. "Valuasi tersebut mencerminkan PER sekitar 30-38 kali.

Valuasi ini masuk dalam kategori premium," ungkap Alrich.

OJK Menyita 41 Aset Terkait Kasus Kredit Palsu BPRS GP di Sumatera Utara

Dia juga mencatat bahwa saham RANS relatif langka di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perusahaan dengan kombinasi bisnis media, hiburan, intellectual property (IP), dan ekosistem digital tidak banyak ditemukan. RANS memiliki prospek untuk monetisasi audiens dan pengembangan IP.

Investasi pada RANS menawarkan peluang berbeda dibanding bisnis media konvensional yang bergantung pada iklan. RANS dapat menghasilkan pendapatan dari berbagai sumber, termasuk konten digital, event, talent management, dan business development baru seperti AI.

Namun, investor disarankan untuk memperhatikan kemampuan RANS menjaga pertumbuhan laba jangka panjang. Alrich mengingatkan, ekspektasi pertumbuhan penting bagi valuasi yang mencerminkan fundamental perusahaan. "Investor perlu memperhatikan kemampuan perseroan dalam menjaga konsistensi pertumbuhan pendapatan dan laba," tambahnya.

Kiprah perdana RANS berpotensi menarik minat investor ritel, mengingat popularitasnya dalam segmen muda. RANS mengadopsi model bisnis unik, menggabungkan konten digital, hiburan, F&B, dan properti dalam satu brand.

Meski begitu, Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menegaskan investor institusi akan lebih selektif terhadap model bisnis creator economy yang sedang berkembang. "Timing IPO di pasar yang volatile menjadi tantangan tambahan," katanya.

Wafi menilai saham RANS menarik bagi investor ritel dengan pendekatan tematik. Bagi investor fundametal, penting untuk mencermati konsistensi earnings dan monetisasi aset. Wafi juga menyoroti bahwa penetapan valuasi sulit dilakukan karena lingkup bisnis RANS yang beragam.

Elandry Pratama, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, menyatakan penetapan target harga spesifik untuk RANS sulit dilakukan. Ia menjelaskan, perusahaan dengan nama besar biasanya cenderung naik di awal perdagangan. RANS akan memasuki fase price discovery setelah listing.

Menurut Elandry, harga IPO mencerminkan kinerja saat ini dan ekspektasi jangka menengah. "Potensi volatilitas di awal perdagangan tinggi karena respons pasar dipengaruhi oleh sentimen dan kekuatan brand," jelasnya.

Tinggalkan komentar