OJK NTB Tetapkan Kakao Sebagai Komoditas Prioritas untuk Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

Virgiawan Mahardika

Juni 21, 2026

2
Min Read
OJK NTB Tetapkan Kakao Sebagai Komoditas Prioritas untuk Ekonomi dan Kesejahteraan Petani
OJK NTB Tetapkan Kakao Sebagai Komoditas Prioritas untuk Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan kakao sebagai komoditas prioritas untuk pengembangan ekonomi lokal, pada Minggu di Mataram. Penetapan ini bertujuan meningkatkan pendapatan petani serta mengatasi tantangan pembiayaan dan asuransi.

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, menjelaskan bahwa kakao memiliki potensi besar untuk mendongkrak kesejahteraan petani di NTB, terutama di Lombok Utara yang menyuplai 60 persen perkebunan kakao. Produksi mencapai 1.669 ton biji kering per hektare dan melibatkan sekitar 4.600 kepala keluarga.

OJK telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan ini. Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menunjukkan bahwa kakao telah menjadi bagian penting dari pertanian lokal, terutama sejak dimulainya Proyek Pengembangan dan Penyuluhan Pertanian Daerah (P4D) pada tahun 1980-an.

NTB mempunyai beberapa varietas kakao unggulan seperti Ijo Kajuman, Beneng Jomot, dan Inderti DM01, yang telah terbukti adaptif terhadap kondisi lokal. Rudi Sulistyo menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha perkebunan yang berkelanjutan melalui koordinasi dengan kelompok petani kakao di daerah tersebut.

Untuk mencapai manfaat jangka panjang, perlunya melibatkan sektor asuransi sangat ditekankan. Rudi menyoroti bahwa perlindungan bagi petani masih menjadi tantangan, terutama dalam akses pembiayaan yang memadai dan kepastian pasar.

Petani kakao di NTB sering kali mengalami keterbatasan dalam akses pembiayaan, yang menghambat upaya mereka untuk meningkatkan usaha tani. Ketersediaan modal dianggap krusial untuk produktivitas, dan lembaga penampung hasil produksi diharapkan dapat menjamin stabilitas rantai pasok.

Di samping itu, pemahaman petani mengenai manfaat asuransi yang rendah menjadi perhatian penting. Asuransi dianggap sangat vital untuk memitigasi risiko, termasuk gagal panen, dan memastikan keberlanjutan usaha petani.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Maluku juga menunjukkan komitmen dalam pengembangan kakao sebagai pengungkit ekonomi. Berbagai program dan regulasi dicanangkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta mengangkat ekonomi daerah masing-masing.

Inisiatif ini menunjukkan sinergi usaha antara pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi di sektor perkebunan kakao.


Note:

Referensi sumber: merdeka.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan komentar