Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan melaksanakan bedah rumah pada 10.000 unit di Jakarta, dimulai bulan ini. Ini merupakan peningkatan signifikan dari realisasi tahun lalu yang hanya mencapai 158 rumah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan hingga 12 Juni 2026, lebih dari 5.659 rumah telah mulai dikerjakan melalui program ini.
Sebaran proyek mencakup Kepulauan Seribu dengan 300 unit, Jakarta Barat 1.350 unit, Jakarta Selatan 1.000 unit, Jakarta Utara 1.009 unit, Jakarta Pusat 1.000 unit, dan Jakarta Timur 1.000 unit.
“BSPS ini merupakan program Presiden Prabowo untuk memperbaiki rumah masyarakat yang tidak layak huni di seluruh Indonesia. Di DKI Jakarta, alokasinya meningkat signifikan, dari 158 unit tahun lalu menjadi 10.000 unit pada tahun ini,” tutur Maruarar, Minggu (21/6/2026).
Maruarar juga meninjau langsung kondisi rumah milik Ahyani (71) dan Ariasih (67), dua calon penerima bantuan. Ahyani tinggal bersama satu anak dan empat cucunya, sementara Ariasih tinggal bersama empat anaknya, salah satunya penyandang disabilitas.
Kondisi rumah mereka tergolong sangat memprihatinkan. Struktur kolom dan ring balok telah rapuh, rangka atap mengalami kerusakan. Selain itu, pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah sangat minim.
Sebagian material bangunan juga tidak layak. Salah satu rumah bahkan masih menggunakan lantai tanah, dinding kayu lapuk, dan atap berbahan asbes yang berpotensi membahayakan kesehatan penghuni.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat di Jakarta dengan memberikan akses perbaikan rumah yang lebih layak huni. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup penerima bantuan dan lingkungan sekitarnya.
Referensi sumber: economy.okezone.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar