JAKARTA, investor.id – Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengalami penguatan signifikan sebesar 5,73% menjadi Rp 830 pada akhir sesi I perdagangan Kamis, 25 Juni 2026.
Kenaikan ini terjadi setelah dua hari sebelumnya saham DSSA ditutup di zona merah, mencerminkan perubahan sentimen pasar yang positif terhadap emiten yang tergabung dalam Grup Sinar Mas ini.
Pada sesi I hari ini, tercatat sebanyak 431,79 juta saham DSSA diperdagangkan dengan frekuensi 29.569 kali, menghasilkan nilai transaksi yang mencapai Rp 352,48 miliar. Penguatan saham ini didorong oleh aksi borong yang signifikan dari investor, yang menunjukkan minat yang tinggi terhadap saham DSSA.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa DSSA mencatat net buy sebesar Rp 25,9 miliar. Hal ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek kinerja DSSA ke depan, terutama dalam konteks strategi diversifikasi bisnis yang sedang dijalankan oleh perusahaan.
Menurut analisis dari Sucor Sekuritas, DSSA berperan sebagai konsolidator dalam bisnis telekomunikasi dan teknologi di bawah naungan Grup Sinar Mas.
Perusahaan ini juga tengah berupaya mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara yang dikelola oleh PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi di sektor yang lebih berkelanjutan.
Rencana DSSA untuk mengambil 35% saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) dengan harga Rp 523 per saham menunjukkan langkah strategis untuk memasuki sektor infrastruktur telekomunikasi.
Proyek ini diperkirakan memiliki nilai sekarang bersih (NPV) sebesar US$ 895 juta dengan tingkat pengembalian internal (IRR) 11%, yang menunjukkan potensi keuntungan yang menarik bagi investor.
Ekspansi ke sektor telekomunikasi, teknologi, dan geotermal diprediksi akan meningkatkan nilai pasar DSSA dari US$ 33 miliar menjadi US$ 76 miliar.
Sucor memproyeksikan pertumbuhan pendapatan DSSA sebesar 11% pada periode 2025-2030, yang diperkirakan akan mencapai US$ 4,7 miliar, dengan laba bersih yang diprediksi mencapai US$ 749 juta atau setara Rp 13,3 triliun. Mengingat prospek yang cerah ini, Sucor mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DSSA dengan target harga Rp 990.












Tinggalkan komentar