Tensi Meningkat, Trump Ancaman Militer Bikin Dialog Iran Terhambat

Zeko Arabian

Juni 22, 2026

2
Min Read
Tensi Meningkat, Trump Ancaman Militer Bikin Dialog Iran Terhambat
Tensi Meningkat, Trump Ancaman Militer Bikin Dialog Iran Terhambat

Ketegangan dalam dialog diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Presiden Donald Trump mengancam menyerang Teheran jika Iran melanjutkan pemblokiran Selat Hormuz. Ancaman ini terjadi di Bürgenstock, Swiss, yang berpotensi membubarkan negosiasi yang sedang berlangsung.

Delegasi Iran dilaporkan frustrasi dan menghentikan sesi awal pertemuan lebih cepat dari jadwal. Kejadian ini menunjukkan bagaimana konflik antara ego politik pemimpin negara dapat mengganggu upaya mediasi internasional.

Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Terkait Ijazah Palsu

Di tengah usaha diplomat meredam konflik, retorika agresif justru mengakibatkan jurang permusuhan semakin lebar di Timur Tengah. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan bahwa ia telah memperingatkan pejabat Iran secara langsung melalui telepon.

Trump mencemaskan penutupan jalur perdagangan minyak yang krusial di Teluk Persia, dan menyatakan, "Anda menutupnya dan Anda tidak akan memiliki negara," menurut kutipan yang dirilis oleh FOX pada 22 Juni 2026.

Lebih lanjut, Trump berkata kepada jurnalis Fox, Trey Yingst, bahwa militer AS siap untuk merebut jalur maritim jika kesepakatan damai tidak tercapai. Ia menegaskan, "Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu. Kami mungkin akan mengambil alih selat ini, jika perlu.

Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut tol. Aku akan menghancurkan mereka."

Intervensi diplomatik dari Pakistan dan Qatar memainkan peran penting dalam menjaga agar kedua pihak tidak meninggalkan meja perundingan secara sepihak. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, terpaksa turun tangan untuk membujuk delegasi Iran agar tetap bertahan di lokasi pertemuan.

Seorang pejabat senior Pakistan mengonfirmasi bahwa situasi sempat mendingan setelah ketegangan di ruang rapat mencapai puncaknya. Meskipun dialog menghadapi banyak rintangan, usaha diplomatik terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai.

Tinggalkan komentar