Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax, dapat menyumbang inflasi sebesar 0,25%. Prediksi ini menunjukkan potensi lonjakan inflasi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat seiring dengan naiknya harga barang.
Merespons hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah. Salah satunya adalah stimulus ekonomi untuk paruh kedua tahun ini.
"Dalam waktu dekat akan diumumkan stimulus ekonomi semester II tahun 2026, yaitu terkait dengan stimulus fiskal, pangan, dan transportasi yang mungkin setelah ini akan diumumkan," ujar Budi di Tebet, Jakarta Selatan pada Senin, 22 Juni 2026.
Kemendag, bersama dengan pengusaha ritel, juga telah menyiapkan pesta diskon selama bulan Juni hingga Juli. Dalam periode ini, pemerintah menggelar program BINA and Back to School.
"Ini pada bulan Juli yang melibatkan sekitar 414 department store dengan gerai sekitar 80.000 gerai, di bawah anggota Hippindo, dan transaksinya diharapkan sekitar Rp 30 triliun," ungkap Budi.
Lebih lanjut, Jakarta Great Sale akan diselenggarakan sehubungan dengan Hari Kota Jakarta pada bulan Juli. Acara ini akan melibatkan 104 department store dan menargetkan transaksi mencapai Rp 16 triliun.
"Kemendag menargetkan aksi great sale ini ada setiap bulan, termasuk pada Agustus nanti untuk menyambut Hari Kemerdekaan," jelasnya.
Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah berusaha untuk meningkatkan penjualan produk melalui platform e-commerce yang telah direvisi aturannya dalam Permendag 19. Tujuan dari revisi tersebut adalah untuk memastikan ekonomi tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, Budi optimis bahwa ekonomi Indonesia mampu bertahan dari gejolak global. Hal ini didukung oleh kinerja ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang melonjak.
Berdasarkan data dari Kemendag, nilai transaksi ekspor UMKM untuk periode Januari-Mei 2026 mencapai US$ 193 juta, melampaui capaian ekspor UMKM sepanjang tahun lalu yang hanya sebesar US$ 134 juta.
Budi menekankan pentingnya perkembangan pasar bagi UMKM di luar negeri, dan bahwa pemerintah terus mendorong UMKM untuk mencari pasar meskipun tantangannya lebih sulit dibanding perusahaan besar. "Artinya, di dalam kondisi seperti ini, ternyata pasar kita di luar negeri justru terus berkembang," katanya.












Tinggalkan komentar