Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan bahwa lebih dari 10 kader dari berbagai partai politik akan bergabung dengan PSI. Pernyataan ini menegaskan daya tarik PSI di tengah persaingan politik nasional.
Menurut Ahmad Ali, langkah ini menunjukkan kebanggaan PSI karena dapat menarik kader dari partai lain. Jamiluddin Ritonga, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, menyebut pengakuan ini sebagai upaya PSI untuk membangun citra sebagai partai yang lebih menarik dan memiliki masa depan yang cerah.
Jamiluddin menyampaikan, "Pengakuan Ahmad Ali itu menunjukkan rasa bangganya PSI mampu membajak kader partai lain. Ahmad Ali ingin menunjukkan seolah PSI sebagai partai yang lebih menarik, terbuka, dan memiliki masa depan lebih baik."
Namun, ia juga menambahkan bahwa dibalik kebanggaan tersebut tersembunyi persoalan internal partai. Menurutnya, langkah merekrut kader dari luar menandakan adanya kegagalan dalam kaderisasi serta krisis figur di tubuh PSI. Ia memperingatkan bahwa krisis ini bahkan menyentuh posisi ketua umum partai.
Jamiluddin merujuk pada penunjukan Ahmad Ali sebagai Ketua Harian DPP PSI, yang biasanya dilakukan ketika ketua umum sedang memiliki kesibukan tinggi. "Biasanya Ketua Harian ditunjuk bila Ketua Umumnya sibuk. Namun Kaesang Pangarep tidak termasuk kategori tersebut," ujarnya.
Ia menilai bahwa PSI tampaknya ragu dengan figur-figur yang ada saat ini dalam mendongkrak elektabilitas partai menjelang Pemilu 2029. PSI kemudian memilih strategi pragmatis dengan merekrut kader berpengalaman dan memiliki jaringan pendukung.
Menurut Jamiluddin, strategi ini memungkinkan PSI untuk mendapatkan tokoh yang telah memiliki modal sosial, popularitas, dan dukungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar serta waktu lama untuk membangun kader dari awal.
Meskipun demikian, Jamiluddin meragukan efektivitas strategi tersebut, sebab ia berpendapat banyak tokoh yang bergabung dengan PSI bukan figur dengan pengaruh elektoral yang kuat. Dari sejumlah nama yang bergabung, hanya sedikit yang dinilai memiliki daya tarik politik di atas rata-rata.












Tinggalkan komentar