Dua Pabrik Otomotif di Jatim Berencana Pindah ke Vietnam, Said Iqbal Bilang PHK Mengancam

Virgiawan Mahardika

Juni 22, 2026

2
Min Read
Dua Pabrik Otomotif di Jatim Berencana Pindah ke Vietnam, Said Iqbal Bilang PHK Mengancam
Dua Pabrik Otomotif di Jatim Berencana Pindah ke Vietnam, Said Iqbal Bilang PHK Mengancam

Dua pabrik komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, berencana memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran bisa terjadi jika rencana tersebut terealisasi.

Kabar ini diungkap oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Dalam konferensi pers virtual, ia menyatakan telah meminta buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan agar membatalkan rencana pindah.

Tarif Khusus MRT Jakarta Rp 1 untuk HUT ke-499 Kota Jakarta pada Juni 2026

Said Iqbal menyampaikan, "Mitigasi yang akan dilakukan oleh pemerintah bersama Serikat Buruh yaitu negosiasi untuk meyakinkan prinsipalnya agar tidak pindah ke Vietnam." Ia menambahkan, akan melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi ini.

Said juga menyebutkan akan menyampaikan masalah ini kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan membahasnya dengan DPR RI. Menurutnya, penyelesaian isu ini memerlukan kebijakan dari pemerintah pusat.

"Dari hasil dialog itu, saya akan melapor ke Bapak Presiden, dengan tembusan Kemensetneg dan pimpinan DPR RI. Ini menyangkut kebijakan dan terutama tentang mobil listrik," ujar Said Iqbal.

Terkait identitas kedua pabrik, Said enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya memberikan inisial perusahaan, yaitu PT J dan PT S. Hal ini dikarenakan proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Said menyatakan, "Saya kasih inisial saja, tidak boleh disebut nama karena ini lagi negosiasi. Kedua pabrik ini memiliki induk usaha di Jepang dan bermaksud pindah ke Vietnam untuk berfokus pada produksi mobil listrik."

Ia menjelaskan bahwa industri mobil listrik di Indonesia dinilai tidak kompetitif dibandingkan Vietnam, yang saat ini memiliki kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik.

Said mengingatkan bahwa informasi ini baru sebatas diskusi awal. Ia juga mengungkapkan bahwa ratusan hingga ribuan pekerja berpotensi terkena PHK jika rencana tersebut terlaksana. "Ini baru informasi awal dan bisa berdampak besar pada tenaga kerja," katanya.

Tinggalkan komentar