Penawaran Umum Perdana (IPO) SpaceX menghasilkan lonjakan nilai kekayaan sang pendiri dan CEO, Elon Musk, hingga lebih dari USD 1 triliun. IPO tersebut juga memberi keuntungan signifikan bagi para pemegang saham lainnya.
Data dari CNBC melaporkan, pencatatan saham perdana SpaceX mencetak ribuan jutawan baru. Selain Musk, banyak pemegang saham kini memiliki nilai kepemilikan di atas miliaran dolar. Pada awal pekan ini, kapitalisasi pasar SpaceX sempat melampaui Amazon dan Microsoft, meski kemudian turun kembali.
Data dari FactSet menunjukkan Valor Equity Partners memiliki nilai kepemilikan sekitar USD 96,6 miliar, sebagian besar dimiliki oleh klien-klien firma tersebut. Antonio Gracias, pendiri dan CEO Valor Equity Partners, kini menjabat di dewan direksi SpaceX. Gracias telah mengenal Musk selama sekitar 20 tahun.
Luke Nosek, salah satu pendiri awal Musk di PayPal, juga memegang posisi di dewan direksi SpaceX sejak 2008. Nilai kepemilikan sahamnya di perusahaan ini mencapai USD 6,3 miliar.
Nosek adalah pendiri firma modal ventura Founders Fund dan Gigafund, serta pernah menjadi anggota dewan direksi DeepMind.
Gwynne Shotwell, presiden dan COO SpaceX, juga merupakan salah satu pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai USD 2,4 miliar. Shotwell menjelaskan perannya dalam perusahaan dengan menyatakan, "Saya merasa hadir di sana sebagai mitra untuk membantu Musk menyelesaikan hal-hal yang perlu diselesaikan."
Selama bertugas, ia fokus pada operasional bisnis sehari-hari, sementara Musk berkonsentrasi pada strategi jangka panjang. Nathan Silvernail, yang pernah bekerja selama tujuh tahun di SpaceX, menambahkan, “Sementara Elon menetapkan visinya, dialah yang memastikan visi tersebut terwujud.”
Bret Johnsen, CFO SpaceX yang bergabung pada 2011, bertanggung jawab atas strategi dan operasional keuangan perusahaan. Nilai kepemilikan sahamnya di SpaceX kini mencapai USD 1,2 miliar, setelah sebelumnya berkarir di perusahaan chip seperti Broadcom.












Tinggalkan komentar