Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengungkapkan bahwa gangguan pasokan listrik dapat merugikan produksi industri. Menurut HKI, keandalan listrik sangat penting untuk daya saing ekonomi nasional.
HKI, yang menaungi lebih dari 170 kawasan industri di Indonesia, menekankan bahwa daerah tersebut menjadi pusat bagi ribuan perusahaan nasional dan multinasional. Kawasan-kawasan ini terlibat dalam berbagai sektor seperti manufaktur, petrokimia, dan elektronik.
Ketua Umum HKI Indonesia, Akhmad Ma'ruf Maulana, menyatakan bahwa gangguan listrik, meskipun singkat, dapat berakibat luas secara ekonomi. "Peristiwa pemadaman ini harus dilihat sebagai alarm penting bahwa sistem kelistrikan nasional memerlukan lapisan pengaman yang lebih kuat," ungkapnya.
Ma'ruf menambahkan bahwa ketahanan energi tidak boleh bergantung pada satu sistem. "Dibutuhkan lebih banyak titik keandalan yang saling menopang saat terjadi gangguan," jelasnya.
Dalam industri modern, gangguan listrik dapat menyebabkan kerusakan bahan baku dan mengganggu proses produksi yang terintegrasi. Hal ini sering kali juga melibatkan biaya tambahan untuk menjalankan sistem cadangan.
HKI mencatat bahwa industri tertentu seperti petrokimia dan farmasi bisa mengalami kerugian besar akibat pemadaman listrik. Gangguan ini juga akan semakin berisiko seiring dengan investasi baru yang memerlukan keandalan tinggi.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, HKI mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada kawasan industri dalam memperoleh Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (WILUS). Ma'ruf menjelaskan, banyak kawasan industri yang siap mengembangkan sistem mandiri tetapi terhambat oleh regulasi.
Dia juga menekankan pentingnya kepastian pasokan energi bagi konsistensi produksi. "Industri membutuhkan kepastian. Ketika investasi masuk, pasokan energi harus setara dengan kebutuhan," ujarnya.
HKI menegaskan bahwa usulan ini bukan untuk mengurangi peran PLN. PLN tetap diharapkan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional.
Dalam model ini, PLN akan berfungsi sebagai jaringan utama, sedangkan kawasan industri dapat mengembangkan sistem energi mandiri yang tetap terhubung dengan jaringan nasional. Pendekatan serupa telah diterapkan di negara-negara industri maju untuk mengurangi risiko pemadaman.












Tinggalkan komentar