DPR Setujui Pagu Anggaran 2027 Sebesar Rp664 Miliar untuk Kementerian Koordinator

Virgiawan Mahardika

[addtoany]

DPR Setujui Pagu Anggaran 2027 Sebesar Rp664 Miliar untuk Kementerian Koordinator
DPR Setujui Pagu Anggaran 2027 Sebesar Rp664 Miliar untuk Kementerian Koordinator

Badan Anggaran DPR RI telah resmi menyetujui pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp664 miliar untuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan enam kementerian lainnya. Hal ini diumumkan dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (22/6/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan apresiasinya terhadap seluruh anggota legislatif dalam pembahasan yang telah rampung tersebut. Menurutnya, dukungan anggaran ini sangat penting untuk mengoptimalkan sinkronisasi dan memperkuat pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin berat.

Revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau Butuh Rp 693 Miliar

“Saya apresiasi terhadap anggaran yang disebut oleh Bapak Ketua dan telah disetujui oleh Anggota Dewan yang terhormat. Dan angkanya sangat cocok Pak, titik dan komanya,” ungkap Airlangga saat rapat kerja dengan Banggar DPR RI.

Rapat kerja ini dipimpin oleh Ketua Banggar, Said Abdullah, dan dianggap sebagai momentum penting untuk memastikan keberlanjutan program-program prioritas nasional. Diharapkan, dukungan finansial yang mencukupi ini dapat menjadi katalisator bagi kementerian dalam menetapkan kebijakan yang lebih efektif.

Produksi Gandum Global Diproyeksikan Turun Akibat Cuaca Ekstrem hingga 810,9 Juta Ton

Selanjutnya, Kemenko Perekonomian menegaskan bahwa total pagu anggaran sebesar Rp664 miliar yang telah disepakati akan digunakan sebagai basis operasional untuk memetakan program kerja sepanjang tahun 2027. Fokus penggunaan anggaran diharapkan dapat mendukung jalannya transformasi struktural yang telah direncanakan.

Tindakan ini diambil untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi domestik agar lebih inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk mengejar target jangka panjang menuju Indonesia Maju, sesuai dengan visi dan misi pemerintah.

[addtoany]

Tinggalkan komentar