Dinas Pendidikan Batam Dapat Kritik atas Pengerahan Siswa Dukung Program MBG

Zeko Arabian

Dinas Pendidikan Batam Dapat Kritik atas Pengerahan Siswa Dukung Program MBG
Dinas Pendidikan Batam Dapat Kritik atas Pengerahan Siswa Dukung Program MBG

Pengerahan siswa SD dan SMP untuk menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam mendapatkan respon kritis. Aksi tersebut dinilai tidak tepat karena melibatkan anak-anak di ruang publik, yang seharusnya dihindari.

Aksi ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam, yang melibatkan pelajar mengenakan atribut sekolah, di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Batam. Meskipun mendukung program pemerintah, langkah ini dianggap keliru oleh sejumlah pihak.

KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Sita Dokumen dan Barang Elektronik

Trubus Rahardiansah, pengamat Kebijakan Publik, mengatakan bahwa ada batasan ketat dalam penyampaian dukungan oleh anak di bawah umur. Menurutnya, siswa tidak perlu turun ke jalan untuk mengekspresikan dukungan mereka.

“Alih-alih melakukan aksi demonstrasi, siswa dapat memanfaatkan media digital atau membuat karya tulis di kelas untuk menyampaikan aspirasi,” kata Trubus dalam percakapan telepon pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Karangan Bunga Monokrom Kiriman Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di HUT DKI Jakarta

Trubus menambahkan bahwa kehadiran anak-anak di jalan raya sebenarnya diperbolehkan dalam konteks parade perayaan daerah. Namun, ini tidak berlaku untuk aksi demonstrasi yang mendukung program pemerintah tertentu.

Dalam konteks mendukung MBG, Trubus menunjuk pada kemungkinan konten kreatif sebagai bentuk dukungan. “Dukungan ini bisa berupa tulisan atau video. Misalnya, membuat konten karena merasa terbantu tidak perlu disiapkan sarapan lagi oleh orang tua,” ujarnya.

Di Jakarta, para siswa di SMPN 1 Tamansari juga turut berpartisipasi dengan membawa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan di kelas pada Selasa, 16 Desember 2025, sebagai bagian dari kegiatan pendukung program tersebut.

Eksistensi program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak, namun pelibatan mereka dalam aksi di jalan terbuka justru bisa menjadi bumerang bagi pemerintah. Kritikan terhadap aksi ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pengambil kebijakan agar lebih bijaksana dalam melibatkan anak-anak dalam aktivitas publik.

Tinggalkan komentar