Pemerintah Indonesia mengumumkan pembukaan Program Magang Nasional Angkatan II Tahun 2026, menargetkan 150.000 peserta. Ini merupakan peningkatan 50 persen dibandingkan kuota angkatan pertama pada 2025 yang menjaring 102.600 peserta.
Program ini fokus pada sarjana baru lulus atau fresh graduate.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, dalam konferensi pers pada Senin, 22 Juni 2026, menyatakan, "Alhamdulillah tentu kita tadi sudah sama-sama mendengar arahan dari Pak Presiden dan juga hasil rapat dari Rakornas dengan disetujuinya program magang nasional untuk angkatan kedua tahun 2026 sesuai dengan yang diusulkan yaitu
150 ribu orang."
Selain Program Magang, pemerintah juga menyiapkan pelatihan vokasi nasional dengan target 220.000 peserta, termasuk 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Yassierli menekankan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan bekerja untuk menyempurnakan pelaksanaan program berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya.
Program Magang Nasional sebelumnya telah melibatkan 102.600 peserta di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Proses pendaftaran untuk tahun 2026 direncanakan akan dibuka pada Juli 2026, dengan Yassierli menjanjikan untuk segera mengumumkan detailnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar sebelumnya yang mencapai 256.000. Yassierli menyatakan, angka tersebut menunjukkan semangat generasi muda Indonesia untuk beradaptasi dengan dunia kerja.
Peserta program magang ini akan mendapatkan pengalaman kerja selama enam bulan dengan uang saku setara Upah Minimum Kota (UMK). Penambahan kuota 150.000 peserta diharapkan dapat memenuhi permintaan tinggi dalam membantu pengangguran di kalangan lulusan baru.
Program ini juga menyasar para lulusan SMA dan SMK yang ingin meningkatkan keterampilan melalui pelatihan vokasi. Ada harapan bahwa program magang ini dapat berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan mempersiapkan kesiapan tenaga kerja muda untuk bersaing di pasar kerja.
Kementerian Ketenagakerjaan juga merencanakan penggunaan platform digital KarirHub bagi alumni program, menjembatani mereka ke pasar kerja domestik dan internasional. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan komitmen pemerintah dalam mencegah PHK massal dengan mengambil langkah antisipatif.
Diharapkan, Program Magang Nasional ini menjadi solusi efektif bagi lulusan baru yang kesulitan mencari pekerjaan, memberikan mereka pengalaman dan sertifikasi yang bernilai di pasar kerja.












Tinggalkan komentar