Harga Solar Subsidi di Malaysia Turun Jadi RM 2,10 per Liter Mulai Juli 2026

Virgiawan Mahardika

Harga Solar Subsidi di Malaysia Turun Jadi RM 2,10 per Liter Mulai Juli 2023
Harga Solar Subsidi di Malaysia Turun Jadi RM 2,10 per Liter Mulai Juli 2023

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa harga solar bersubsidi untuk masyarakat Malaysia akan turun menjadi RM 2,10 atau sekitar Rp 9.061 per liter. Kebijakan ini direncanakan mulai berlaku pada Juli 2026.

Sebelumnya, harga solar tanpa subsidi di Semenanjung Malaysia sempat mencapai RM 6 atau Rp 25.890 per liter pada bulan April. Namun, setelah penyesuaian pasar, harganya mengalami penurunan menjadi RM 4,37 atau Rp 18.856 per liter.

PLN Umumkan Perbaikan Sistem Kelistrikan Pulau Jawa Mulai Membaik

Penurunan harga ini dimungkinkan berkat reformasi program subsidi solar yang tepat sasaran. Program ini juga akan diintegrasikan dengan program Budi RON95, yang memberikan subsidi untuk bensin RON95 kepada masyarakat yang memenuhi syarat.

MyKad, kartu identitas resmi warga Malaysia, akan dipakai untuk verifikasi dalam program ini. Menteri Keuangan II Malaysia Amir Hamzah Azizan dijadwalkan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut pada hari Senin.

Bahlil Minta PLN Segera Mitigasi Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa

Anwar menyatakan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor yang turut membantu menurunkan harga solar.

“Saya mengumumkan subsidi solar bersasar bukan berupa kenaikan, tetapi penurunan harga, meskipun situasi masih tidak menentu,” ujar Anwar saat ditemui media pada Selasa, 23 Juni 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi terkait dengan proses negosiasi krisis di kawasan Asia Barat diperoleh dari Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Menurut Anwar, meredanya krisis tersebut diyakini dapat membantu penurunan harga solar.

Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa penerapan subsidi solar bersasar di Semenanjung Malaysia dilakukan lebih lambat dibandingkan dengan Sabah dan Sarawak. Pertimbangan ini disebabkan oleh tingginya konsumsi solar di dua wilayah tersebut.

Menurut Anwar, harga bensin RON95 di Malaysia saat ini termasuk yang termurah di dunia, bahkan lebih rendah dibandingkan negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Tinggalkan komentar