Kesepakatan baru mengenai pengelolaan Selat Hormuz tercapai dalam dialog antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss. Ini menandai regulasi maritim baru di jalur perdagangan internasional yang strategis.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa perairan tersebut tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang. Walaupun demikian, Teheran menegaskan komitmennya untuk mematuhi hukum internasional yang berlaku.
Pertemuan di Swiss juga membahas sejumlah poin penting lainnya untuk kedua negara. Pemulihan stabilitas regional menjadi salah satu fokus utama yang dibahas secara mendalam dalam negosiasi.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memimpin perundingan dengan Amerika Serikat di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). Dalam perundingan tersebut, Iran menyatakan akan membuka Selat Hormuz jika asetnya di Qatar dikembalikan.
Selain itu, Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk membentuk sistem komunikasi darurat di kawasan tersebut. Fasilitas ini mencakup jalur telepon khusus dan pusat kendali bersama yang akan segera diaktifkan.
Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk mencegah salah paham atau konflik bersenjata di masa depan. Regulasi baru ini dipastikan akan secara permanen mengubah peta operasional keamanan di Selat Hormuz.












Tinggalkan komentar