Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Mulai Juli 2026

Virgiawan Mahardika

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Mulai Juli 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun Mulai Juli 2026

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun yang akan diluncurkan sepanjang semester II-2026. Stimulus ini bertujuan untuk mendorong konsumsi domestik serta mencapai target pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan total anggaran tersebut dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta Pusat pada 22 Juni 2026. Dia menyatakan, "Total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun. "

Indonesia Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, BPKP Dukung UMKM

Salah satu kebijakan yang diumumkan adalah penerapan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional, mengurangi tarif pajak yang sebelumnya berkisar antara 5% hingga 35%. "Ini adalah salah satu dari janji kampanye bapak presiden," ujar Airlangga lebih lanjut.

Pemerintah juga memberikan insentif di sektor transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Insentif ini mencakup diskon tarif tiket kereta api dan kapal Pelni, serta subsidi penuh pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Jembatan Cincin Donat di Jakarta Mulai Dibangun, Rampung 2028 Sambungkan Enam Moda Transportasi

Rincian stimulus antara lain: diskon 30% untuk tiket kereta api selama periode 20 Juni hingga 5 Juli, anggaran Rp 190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang, dan subsidi PPN DTP 100% dengan anggaran Rp 472,7 miliar untuk 2,3 juta penumpang.

Pada periode Nataru, diskon serupa juga berlaku, dengan anggaran Rp 161,4 miliar untuk 2,8 juta penumpang dan subsidi PPN DTP 100% senilai Rp 722 miliar untuk 3,7 juta penumpang.

Dalam reformasi sektor industri, pemerintah memberikan insentif bea masuk 0% untuk impor LPG bagi industri petrokimia, serta bahan baku plastik.

Program magang juga dilanjutkan dengan alokasi dana Rp 4,14 triliun untuk 150 ribu peserta, dan Rp 2,12 triliun untuk peningkatan keterampilan 220 ribu lulusan SMK.

Bantuan beras sebanyak 10 kg juga akan diteruskan untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan, dimulai dari Juli hingga September 2026, dengan anggaran Rp 17,54 triliun.

Selain itu, ada pula program stabilisasi harga dan pasokan pangan kedelai sebesar Rp 500 miliar untuk pengrajin tahu dan tempe di daerah tertentu.

Tinggalkan komentar