Indonesia Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, BPKP Dukung UMKM

Virgiawan Mahardika

Indonesia Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, BPKP Dukung UMKM
Indonesia Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke China, BPKP Dukung UMKM

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia telah melaksanakan ekspor perdana lidi sawit sebanyak 28 ton ke China. Lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.

Produk ini merupakan hasil pengumpulan oleh petani sawit, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi anggota Aspekpir, melalui program pemberdayaan yang dijalankan dengan BPDP. Aspekpir menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir untuk memasarkan lidi sawit ke luar negeri.

Harga Emas Antam Stagnan, Cek Rincian Perubahan Terakhir

Ketua Umum Aspekpir Setiyono menyatakan bahwa ekspor ini menjadi lanjutan dari program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan di berbagai daerah sejak tahun lalu.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Dibuka Hingga 9 Juli 2026

Setiyono berharap semakin banyak petani menunjukkan minat dalam pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Anwar Sadat, mengungkapkan bahwa BPDP telah aktif melakukan promosi mengenai nilai tambah ekonomis dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit, sejak 2024.

Berbagai workshop tentang produksi lidi sawit telah dilakukan di Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, dan Belitung Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani serta memastikan kualitas produk memenuhi standar untuk pasar ekspor.

Anwar Sadat menambahkan, “BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.” Dia juga menyebutkan bahwa hasil olahan limbah sawit dapat memiliki nilai jual yang tinggi.

BPDP mencatat bahwa pengembangan lidi sawit memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku ekspor maupun produk kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah. Kegiatan ini dapat menjadi solusi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di sektor agrikultur.

Tinggalkan komentar