Menteri Koordinasi Ekonomi Umumkan 8 Stimulus Ekonomi untuk Semester II-2026

Virgiawan Mahardika

Menteri Koordinasi Ekonomi Umumkan 8 Stimulus Ekonomi untuk Semester II-2026
Menteri Koordinasi Ekonomi Umumkan 8 Stimulus Ekonomi untuk Semester II-2026

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan program stimulus ekonomi selama semester II-2026 yang bertujuan untuk mendorong konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 26,34 triliun.

Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin, 22 Juni 2026. Stimulus ini diberikan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat di tengah gejolak global.

Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Ruas Tol Jakarta-Cikampek Dimulai 21-26 Juni 2026

Airlangga menjelaskan bahwa terdapat delapan kebijakan stimulus yang dibagi ke dalam tiga pilar, yaitu stimulus dan insentif, magang dan vokasi, serta bantuan pangan. Total nilai stimulus ini sekitar Rp 26,34 triliun, ujar Airlangga.

Beberapa kebijakan yang termasuk dalam stimulus tersebut adalah penetapan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional. Juga ada potongan tarif 30% untuk tiket kereta api dan tarif dasar kapal Pelni pada periode tertentu.

Harga Cabai Rawit Merah Naik Menjadi Rp 76.300 per Kg pada 21 Juni 2026

Khusus untuk potongan tiket kereta api dan tarif dasar kapal Pelni, anggaran disiapkan sebesar Rp 190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.

Selain itu, terdapat subsidi penuh terhadap Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi, dengan anggaran Rp 472,7 miliar yang menyasar 2,3 juta penumpang.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan informasi tentang potongan tarif untuk periode Natal dan Tahun Baru yang ditargetkan kepada 2,8 juta penumpang, dengan anggaran Rp 161,4 miliar. Juga, terdapat estimasi pengeluaran Rp 722 miliar untuk subsidi PPN untuk penerbangan domestik selama periode tersebut.

Stimulus juga mencakup penghapusan bea masuk 0% untuk impor LPG bagi industri petrokimia, yang diperkirakan memberikan manfaat total Rp 2,25 triliun. Sementara itu, untuk pengurangan bea masuk impor kepada bahan baku plastik, anggaran mencapai Rp 500 miliar.

Program magang yang menyasar 150 ribu peserta juga akan dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan total alokasi dana Rp 4,14 triliun. Ada anggaran sebesar Rp 2,12 triliun untuk peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Pemerintah juga akan melanjutkan bantuan beras 10 kg kepada 33,24 juta penerima selama tiga bulan. Anggaran untuk program ini diperkirakan Rp 17,54 triliun. Selain itu, ada bantuan kedelai untuk perajin tahu dan tempe dengan anggaran Rp 500 miliar.

Tinggalkan komentar