Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengkritik keras kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini. Cak Imin menyebut bahwa kepemimpinan PBNU kali ini adalah yang paling mundur dan gagal menjelang Muktamar ke-35 pada Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu, 21 Juni 2026. Kritik kembali dipertegas saat ia ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Senin, 22 Juni 2026.
Cak Imin menyoroti adanya pergeseran nilai di dalam tubuh PBNU yang dinilai terjebak dalam kepentingan politik praktis. Ia menyatakan, "Ini ngomong jujur ya, PBNU periode ini adalah PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong."
Menurut Cak Imin, esensi dasar Nahdlatul Ulama adalah organisasi kultural yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa. Ia menegaskan bahwa PBNU seharusnya tidak menjadi panggung kompetisi politik yang penuh ketegangan.
Ia mengungkapkan bahwa kritiknya didasari oleh rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap organisasi. Cak Imin mengharapkan perubahan manajemen secara menyeluruh agar marwah Nahdlatul Ulama tetap terjaga. Ia menekankan, "Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan PBNU.
Ini sebagai rasa cinta saya agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh. Supaya disadari ada perbaikan."
Kepengurusan PBNU saat ini menghadapi banyak tantangan, dan kritik dari tokoh-tokoh seperti Cak Imin menyoroti perdebatan mengenai arah dan strategi organisasi ke depan. Hal ini menjelang muktamar penting yang diharapkan dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan internal yang ada.












Tinggalkan komentar