Relokasi Dua Pabrik Otomotif Jepang Berpotensi PHK 7.000 Pekerja di Indonesia

Mesti Musialah

Relokasi Dua Pabrik Otomotif Jepang Berpotensi PHK 7.000 Pekerja di Indonesia
Relokasi Dua Pabrik Otomotif Jepang Berpotensi PHK 7.000 Pekerja di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang berencana memindahkan sebagian operasional mereka dari Jawa Timur ke Vietnam. Pindahnya operasional ini berpotensi mengancam 7.000 pekerja di Indonesia.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyebutkan bahwa dua perusahaan tersebut adalah PT J dan PT S yang merupakan bagian dari grup perusahaan Jepang yang sama. Keduanya berfungsi sebagai pemasok komponen otomotif untuk beberapa merek kendaraan besar di Indonesia.

Marco Bezzecchi Terjatuh di Sprint Race MotoGP Ceko 2026, Poin Terkikis

Said menjelaskan, meskipun PT J dan PT S merupakan dua entitas terpisah di Indonesia, mereka terafiliasi dalam satu grup di Jepang. Ia menegaskan bahwa dampak relokasi ini akan cukup signifikan bagi pasar tenaga kerja di Indonesia, khususnya di sektor otomotif.

Lebih lanjut, Said Iqbal memberi peringatan bahwa langkah ini dapat memperburuk situasi ketenagakerjaan di sektor yang sudah berjuang menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi global. Ia menekankan perlunya dukungan dari pemerintah untuk melindungi pekerja agar tidak kehilangan pekerjaan secara mendadak.

Daihatsu Tetap Andalkan Konsumen Loyal di Pasar Otomotif Indonesia

Menurut informasi yang diperoleh, keputusan relokasi ini tidak hanya berdampak pada karyawan dari kedua perusahaan tersebut, tetapi juga dapat berpengaruh pada banyak pekerja di sektor pendukung yang terkait dengan industri otomotif di Indonesia.

Banyak pekerja di sektor ini bergantung pada stabilitas kedua perusahaan yang berencana melakukan pengalihan fungsi ini.

Pendidikan dan pelatihan bagi pekerja yang terancam PHK menjadi salah satu solusi yang disarankan oleh Said, agar mereka dapat beradaptasi dengan kondisi pasar kerja yang berubah. Usaha ini diharapkan dapat membantu pekerja dalam menemukan peluang kerja baru.

Hal ini juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh industri otomotif di Indonesia. Kiriman komponen dari luar negeri dan persaingan ketat dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal dan keberlanjutan pekerjaan di sektor ini.

Dengan meningkatnya ancaman relokasi ini, perhatian lebih dari pemerintah dan asosiasi industri diharapkan agar dapat menciptakan kebijakan yang mendukung keberlangsungan tenaga kerja di dalam negeri.

Tinggalkan komentar