Prabowo Kenang Keluarga Besar NU dan Hubungannya dengan Gus Dur

Chintia Anggy

Prabowo Kenang Keluarga Besar NU dan Hubungannya dengan Gus Dur
Prabowo Kenang Keluarga Besar NU dan Hubungannya dengan Gus Dur

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kedekatannya dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) sejak kecil, saat hadir di penutupan Musyawarah Nasional (Munas) NU di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6).

Prabowo mengaku bertetangga dengan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur, dan merasa nyaman di tengah warga NU. Dia juga menyatakan bahwa neneknya merupakan seorang anggota NU.

Prabowo Sebut Kader NU Tidak Pernah Kalah dalam Politik

"Memang saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil karena dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta," kata Prabowo.

Prabowo juga merasa selalu aman berinteraksi dengan warga NU dan mengapresiasi sambutan hangat yang diterimanya. "Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya," ujarnya.

Kemendagri Libatkan Akademisi dan Media untuk Validasi IPKD 2024

Menurut Prabowo, NU bukan hanya organisasi keagamaan tetapi juga mencerminkan sikap nasionalis dan patriotik. "Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik" ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memuji lagu NU berjudul 'Yalal Wathon' yang ia anggap mengandung nilai cinta terhadap Indonesia. Ia mengibaratkan NU telah memiliki semangat semangat pengabdian yang bahkan lebih tinggi daripada pasukan elit TNI, Kopassus.

"Ini luar biasa ini, saya… ini belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus," ungkap Prabowo. Ucapannya disambut tepuk tangan ribuan warga NU yang hadir.

Prabowo menekankan pentingnya peran kiai, ulama, dan masyarakat Jawa Timur dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dia mengungkapkan rasa bahagianya berinteraksi dengan keluarga NU dan menegaskan komitmennya untuk mengabdi kepada seluruh rakyat Indonesia.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada NU atas peran krusialnya dalam menjaga perdamaian dan kerukunan bangsa. Prabowo menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan NU dalam upaya pembangunan.

Pada hari yang sama, Prabowo menghadiri perayaan Harlah PKB ke-27 dan mengungkapkan banyak dalam kabinetnya merupakan tokoh NU. Ia juga menyoroti bahwa Miftachul Akhyar adalah orang terakhir yang ditemuinya sebelum Pilpres 2024.

Prabowo menyampaikan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur tetap diingat dan dijadikan landasan perjuangannya. Dia mengungkapkan bahwa sosok Ali Masykur Musa adalah panutan bagi banyak orang.

Presiden Prabowo tiba di lokasi Munas pada pukul 13.45 WIB, setelah meresmikan jalan sepanjang 1.151 kilometer di Sampang, Jawa Timur. Dia juga membahas pengembangan sektor produktif dan akselerasi program yang melibatkan kementerian di kabinetnya.

Tinggalkan komentar