Iran Mulai Ekspor 20 Juta Barel Minyak Pasca Kesepakatan dengan AS

Virgiawan Mahardika

Juni 20, 2026

2
Min Read
Iran Mulai Ekspor 20 Juta Barel Minyak Pasca Kesepakatan dengan AS
Iran Mulai Ekspor 20 Juta Barel Minyak Pasca Kesepakatan dengan AS

Sekitar 20 juta barel minyak mentah Iran mulai diekspor setelah kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kesepakatan tersebut melonggarkan pembatasan ekspor minyak Iran dan mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.

Pelepasan pasokan minyak ini terjadi bersamaan dengan pelaksanaan nota kesepahaman antara AS dan Iran untuk meredakan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran.

Sebanyak 11 kapal tanker yang mengangkut total 20 juta barel minyak meninggalkan Pelabuhan Chabahar di Iran pekan ini setelah berbulan-bulan terhambat akibat pembatasan ekspor.

Dengan tambahan pasokan minyak tersebut, harga minyak mengalami penurunan tajam dari level tertingginya pada musim semi, yang juga berdampak pada harga rata-rata bensin di AS, di mana harga kini turun ke bawah US$ 4 per galon.

Kepala Ekonom LPL Financial, Jeffrey Roach, menilai pasar selama ini terlalu fokus pada risiko pasokan dari Selat Hormuz. Dia berpendapat penurunan permintaan minyak dari China adalah faktor yang lebih berpengaruh terhadap arah harga minyak dunia.

Roach menjelaskan bahwa impor minyak mentah China turun menjadi 6,7 juta barel per hari pada bulan lalu, yang berarti hampir 40% di bawah rata-rata sepanjang tahun 2025. Penurunan ini setara dengan berkurangnya permintaan sekitar 4 juta barel per hari.

Menurut Roach, jumlah tersebut setara dengan total konsumsi minyak Jerman dan Prancis jika digabungkan. Penurunan permintaan dari China telah membantu mengimbangi dampak gangguan pasokan yang terjadi akibat konflik di Timur Tengah.

Langkah Iran untuk mengekspor minyak ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika pasar minyak global, dan potensi pengaruhnya akan diobservasi oleh para pelaku pasar ke depan.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: finance.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar