Hutama Karya Raih Peringkat 206 di Fortune Southeast Asia 500 2026

Virgiawan Mahardika

Juni 20, 2026

2
Min Read
Hutama Karya Raih Peringkat 206 di Fortune Southeast Asia 500 2026
Hutama Karya Raih Peringkat 206 di Fortune Southeast Asia 500 2026

PT Hutama Karya (Persero) meraih peringkat ke-206 dalam pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026. Peringkat ini juga menempatkannya di posisi ke-16 di antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan ke-40 di seluruh perusahaan Indonesia.

Capaian ini menjadikan Hutama Karya sebagai satu-satunya BUMN infrastruktur yang konsisten ada dalam pemeringkatan ini selama tiga tahun berturut-turut, sejak peluncurannya pada 2024.

Dalam industri konstruksi dan infrastruktur di Asia Tenggara, Hutama Karya mempertahankan posisi kompetitif berkat skala usaha, portofolio proyek, serta disiplin pelaksanaan yang menjadi dasar kinerja perusahaan.

Kekuatan Hutama Karya terlihat dari sejumlah indikator keuangan. Perusahaan ini menempati peringkat ke-206 di antara 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan, peringkat ke-167 berdasarkan laba, dan ke-114 berdasarkan total aset.

Posisi ini mencerminkan kekuatan keuangan dan basis aset yang relatif stabil. Hal ini didukung oleh fundamental keuangan yang kuat.

Sepanjang tahun fiskal 2025, Hutama Karya membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun (US$ 1.527,3 juta).

Laba bersih perusahaan tumbuh 15,9% menjadi Rp 3,08 triliun (US$ 200 juta), sedangkan total aset mencapai Rp 189,09 triliun (US$ 11.343,6 juta).

Pertumbuhan laba ini berkat strategi fokus usaha yang lebih tajam, mencerminkan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional dengan margin laba bersih mencapai kisaran 12 persen.

Dalam keterangannya, Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, menyatakan, "Yang membanggakan bagi kami bukan sekadar masuk daftar, melainkan kualitas pencapaiannya. Di tengah normalisasi pendapatan, laba kami justru tumbuh dan peringkat kami berdasarkan laba maupun aset lebih tinggi."

Hutama Karya terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional, termasuk pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang mencakup sekitar 1.042 km, serta proyek-proyek di Ibu Kota Nusantara dan sistem penyediaan air minum.

Dengan perluasan portofolio melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), peran Hutama Karya sebagai penggerak konektivitas nasional semakin diperkuat. Eka Setya Adrianto menambahkan, "Konsistensi tiga tahun di Fortune Southeast Asia 500 membuktikan bahwa transformasi Hutama Karya bersifat struktural, bukan musiman."

Hutama Karya yang dimiliki penuh oleh Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan infrastruktur hijau dan konektivitas ASEAN. Penghargaan dari Fortune Southeast Asia 500 diserahkan oleh Asia CEO Fortune, Khoon Fong Ang, bersama Managing Director Danantara, Mohamad Al-Arief.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: finance.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar