Banyak Inovasi AI di Indonesia Terhenti di Tahap Uji Coba, Ini Penyebabnya

Eniyati

Juni 20, 2026

2
Min Read
Banyak Inovasi AI di Indonesia Terhenti di Tahap Uji Coba, Ini Penyebabnya
Banyak Inovasi AI di Indonesia Terhenti di Tahap Uji Coba, Ini Penyebabnya

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia tumbuh pesat, namun banyak inovasi lokal terhenti di tahap uji coba. Banyak perusahaan hanya mampu melakukan demo dan pengujian model kecil tanpa bisa mengintegrasikannya dalam operasional sehari-hari.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, IONext.ai (PT Data Awan Nusantara) menggelar acara berjudul "AI Production at Scale Indonesia 2026" pada 18 Juni 2026 di Apple Developer Institute for Professionals, Autograph Tower, Jakarta.

Acara ini melibatkan sekitar 100 pemangku kepentingan teknologi, termasuk CEO, CTO, dan VP Engineering dari berbagai sektor.

Kebutuhan industri sangat beragam, mencakup sistem AI yang dapat membaca dokumen, menganalisis data, serta mengotomatisasi proses kerja. Namun, tantangan di fase produksi massal melampaui kemampuan model AI. Infrastruktur komputasi yang stabil dan aman juga sangat diperlukan.

IONext.ai menyediakan solusi dengan akses ke model AI terbuka berperforma tinggi seperti Qwen, DeepSeek, dan Llama. Ini memungkinkan perusahaan membangun kapabilitas AI yang setara dengan layanan global, namun dengan kontrol penuh atas data mereka.

Kebocoran informasi merupakan masalah utama, terutama saat karyawan memasukkan data sensitif ke platform AI publik. IONext.ai memastikan keamanan dengan menyimpan komputasi di infrastruktur lokal yang tersertifikasi sesuai standar ISO/IEC 27001:2022.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen AI. Kita perlu membangun kemampuan untuk menerapkan AI secara nyata,” ujar Mohamad Fachri, Co-founder & CEO IONext.ai. Ia menekankan pentingnya membawa AI ke dalam sistem yang andal dan efisien.

Dalam acara ini, IONext.ai meluncurkan dua perangkat lunak pendukung untuk membantu perusahaan dalam mengimplementasikan AI. Diskusi meliputi tiga area utama penerapan AI, di mana praktisi berpengalaman membedah masalah nyata yang dihadapi dalam pembangunan sistem AI.

Acara ini juga diisi dengan sesi workshop praktik. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menguji model AI di mesin komputer berkinerja tinggi milik IONext.ai, yang menggunakan 18 GPU kelas enterprise, termasuk Nvidia RTX PRO 6000 dan Nvidia L40S.

Diharapkan dengan kesiapan infrastruktur dan perangkat dari IONext.ai, lebih banyak perusahaan lokal mampu mengadopsi AI secara penuh, bukan sekedar untuk demo.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: inet.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar