PMBGN Layangkan Somasi kepada Kepala BGN Terkait Nutrisi di Libur Sekolah

Zeko Arabian

PMBGN Layangkan Somasi kepada Kepala BGN Terkait Nutrisi di Libur Sekolah
PMBGN Layangkan Somasi kepada Kepala BGN Terkait Nutrisi di Libur Sekolah

Persatuan Mitra Berdaulat Gerakan Nasional (PMBGN) mengirimkan somasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penghentian program bantuan gizi pada saat libur sekolah. Somasi ini bertujuan untuk menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil dan balita.

Dalam somasi yang dilayangkan, PMBGN menyatakan bahwa pada periode libur sekolah, kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dan balita meningkat. Mereka menyayangkan penghentian sementara program yang seharusnya tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan gizi selama periode tersebut.

DPR Minta PLN Kompensasi Kerugian UMKM akibat Pemadaman Listrik Panjang

“Kami sangat khawatir akan dampak dari penghentian program ini. Ibu hamil dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan,” kata salah satu perwakilan PMBGN. Menurutnya, nutrisi yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kepala BGN yang dihubungi untuk memberikan tanggapan belum memberikan keterangan resmi terkait somasi ini. Namun, informasi awal menyebutkan bahwa penangguhan program dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pengalihan sumber daya dalam rangka meningkatkan efektivitas bantuan.

Kericuhan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Gedung DPR Saat Pembakaran Simbol Kekecewaan

PMBGN juga menjelaskan latar belakang berbagai upaya yang dilakukan untuk memastikan bahwa ibu hamil dan balita mendapatkan akses yang memadai terhadap nutrisi yang diperlukan. Mereka khawatir bahwa tanpa intervensi yang tepat, risiko kesehatan bagi kelompok rentan ini akan meningkat.

Menurut data, kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dan anak balita di Indonesia masih sangat tinggi, dengan angka kematian ibu dan anak yang perlu perhatian lebih. PMBGN menekankan bahwa program gizi harus berkesinambungan, terutama pada waktu-waktu kritis seperti libur sekolah.

Sementara itu, program bantuan gizi yang sebelumnya dilaksanakan oleh BGN diharapkan tidak terpengaruh oleh perubahan kebijakan yang sedang dilakukan. Diharapkan semua pihak bisa bersinergi untuk memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan haknya atas nutrisi yang cukup.

Tinggalkan komentar