Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,29% ke level 6.037,52 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (23/6/2026). Penurunan ini terjadi setelah IHSG sempat menguat ke level 6.121,77 pada pembukaan pagi.
Saat ini, volume perdagangan tercatat sebanyak 11,45 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,64 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1.022.552 kali di sesi I hari ini. Indeks LQ45 juga mencatatkan penurunan sebesar 0,47% ke level 596.398.
Dari 810 saham yang diperdagangkan, sebanyak 221 saham menguat, 437 saham melemah, dan 152 saham stagnan.
Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan 4,39% menjadi Rp 2.830 per saham, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 2,01% ke harga Rp 6.100 per saham.
Kondisi pasar diperparah dengan pengumuman oleh MSCI yang dijadwalkan pada Rabu (24/6). Pengumuman ini akan mencakup status pasar modal Indonesia, apakah akan bertahan di Emerging Market atau turun ke Frontier Market.
Informasi sebelumnya dari MSCI pada Jumat (19/6) menunjukkan penurunan nilai kriteria aksesibilitas arus informasi dari positif menjadi negatif. Hasil tersebut mencerminkan bahwa ada keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan perilaku perdagangan yang mengganggu pembentukan harga.
Menurut MSCI, “Masalah terkait kelayakan investasi masih ada akibat keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan.” Selain itu, informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris.
Dengan situasi ini, pelaku pasar diharapkan dapat tetap waspada. Seluruh faktor internal dan eksternal perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan investasi selanjutnya.












Tinggalkan komentar