Dedi Mulyadi Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Listrik di Jawa Barat

Virgiawan Mahardika

Dedi Mulyadi Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Listrik di Jawa Barat
Dedi Mulyadi Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Listrik di Jawa Barat

Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian, terutama sektor industri. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta PLN untuk segera mengatasi masalah ini.

Dedi Mulyadi menilai jika pemadaman berlangsung terlalu lama, akan berdampak signifikan pada perekonomian terutama di sektor industri. Dia menyebutkan, "Saya berharap PLN segera menyelesaikan problem ini dengan cepat. Karena pemadaman bergilir itu, dari sisi makronya itu mengganggu sistem industri.

Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Berencana Pindah ke Vietnam dan Dampak PHK di RI

Industri itu kalau mati listriknya, maka sepabrik itu seluruh produknya gagal dan itu kerugian," ujarnya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Senin (22/6).

Gubernur juga mengingatkan bahwa pemadaman listrik dapat mengakibatkan penundaan pesanan barang yang berdampak cukup berat di tengah tantangan ekonomi global yang sulit saat ini. Menanggapi rencana beberapa elemen masyarakat yang berencana menggugat PLN, Dedi menganggap itu hak masing-masing konsumen, karena PLN adalah BUMN.

Pemerintah Terapkan Diskon Tarif 30% Transportasi Saat Liburan Sekolah 2026

Dalam keterangan sebelumnya, Manager Komunikasi PLN UID Jabar, Nurmalitasari, menjelaskan bahwa pemadaman listrik diakibatkan kendala teknis operasional pada pembangkit yang mengalami gangguan.

Dia mengatakan, "Terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik."

PLN mengambil langkah manajerial dengan melakukan manajemen beban secara terbatas untuk menormalkan pasokan listrik ke konsumen. Mereka juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempercepat pemulihan. Nurmalitasari menambahkan, "PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap."

Selain Dedi, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Karawang juga menyuarakan kekhawatiran atas dampak pemadaman listrik, yang mengganggu aktivitas bisnis. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mendesak PLN untuk memperhatikan jam produktif guna mengurangi dampak negatif kepada masyarakat dan ekonomi.

Permasalahan pemadaman dalam waktu lama juga diingatkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, yang menjelaskan bahwa pemadaman listrik ini disebabkan oleh masalah teknis operasional dan distribusi, bukan karena kekurangan pasokan energi.

Dalam konteks ini, Dedi Mulyadi berharap evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kelistrikan di Jawa Barat dilakukan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

Tinggalkan komentar