UMiMAX Pertamina Bantu Pekerja Terdampak PHK Memulai Usaha Mandiri

Virgiawan Mahardika

UMiMAX Pertamina Bantu Pekerja Terdampak PHK Memulai Usaha Mandiri
UMiMAX Pertamina Bantu Pekerja Terdampak PHK Memulai Usaha Mandiri

Kehilangan pekerjaan menjadi tantangan berat bagi banyak individu, terutama bagi mereka yang harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menyikapi situasi ini, PT Pertamina (Persero) meluncurkan program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX) yang bertujuan membantu pekerja yang terdampak PHK untuk memulai usaha mandiri. Program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan usaha yang dijalankan.

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Hingga 70% untuk Produk Tertentu

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa sekitar 75 persen peserta program UMiMAX adalah korban PHK. Dengan adanya program ini, Pertamina berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian agar dapat memiliki sumber penghasilan baru.

"Program ini menjadi salah satu upaya Pertamina untuk membantu masyarakat bangkit secara ekonomi melalui dukungan sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan," ungkap Baron.

Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Peningkatan Anggaran TKD hingga Rp 90 Triliun

Sejak diluncurkan pada Desember 2025, UMiMAX telah memberikan manfaat kepada 168 mitra usaha ultra mikro. Total dana hibah yang disalurkan mencapai Rp 1,17 miliar, dan para peserta berhasil mencatat omzet total sebesar Rp 2,75 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 858 juta.

Program ini telah menjangkau enam wilayah, termasuk Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung, dengan berbagai jenis usaha seperti warung makan mie, kopi keliling, dan mini ATM.

Baron menambahkan bahwa Pertamina berencana untuk memperluas jangkauan program pada tahun 2026 dengan target menjaring hingga 1.000 peserta. Proses pemetaan wilayah akan dilakukan secara cermat berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) untuk memastikan bahwa dukungan yang diberikan tepat sasaran.

"Kami berharap UMiMAX bisa mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, terutama yang membutuhkan dukungan usaha untuk hidup berdikari dan berdaya," jelas Baron.

Peserta program seperti Rahmadi, seorang duda berusia 30 tahun, dan Wiwik Utami, 49 tahun, mengungkapkan manfaat signifikan dari UMiMAX. Rahmadi, yang kehilangan pekerjaan, kini menjalankan usaha warung kopi dengan omzet sekitar Rp 1,9 juta per minggu.

Sementara itu, Wiwik, yang sebelumnya bergantung pada penghasilan suaminya sebagai pengemudi ojek online, kini memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per minggu dari usaha warmindo yang dijalankannya.

Keberhasilan peserta menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha ultra mikro memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan sumber penghasilan yang stabil.

Tinggalkan komentar