Qualcomm Akuisisi Startup AI Modular Senilai Hampir 4 Miliar Dollar AS

Eniyati

Qualcomm Akuisisi Startup AI Modular Senilai Hampir 4 Miliar Dollar AS
Qualcomm Akuisisi Startup AI Modular Senilai Hampir 4 Miliar Dollar AS

Dilansir dari Kompas.com, Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Qualcomm, baru-baru ini mengumumkan akuisisi startup perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) bernama Modular. Nilai transaksi akuisisi ini mencapai hampir 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 71 triliun.

Kesepakatan ini dilakukan melalui transaksi saham (all-stock deal), di mana Qualcomm berencana menerbitkan hingga 19,2 juta lembar saham biasa kepada para pemegang saham Modular. Proses akuisisi ini diperkirakan akan rampung pada paruh kedua tahun 2026, antara bulan Juli hingga Desember, sesuai dengan laporan dari outlet media Reuters.

Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon Besar untuk Kulkas Polytron 436L

Akuisisi Modular merupakan bagian dari strategi Qualcomm untuk memperluas bisnis teknologi kecerdasan buatan dan pusat data, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan perusahaan pada bisnis chip smartphone.

Selain itu, Qualcomm juga sedang mempertimbangkan akuisisi startup chip AI lainnya, Tenstorrent, dengan nilai yang diperkirakan berkisar antara 8 miliar hingga 10 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 143 triliun hingga Rp 179 triliun, sebagaimana dilaporkan oleh The Information.

Cisco Siapkan Infrastruktur untuk Lindungi Data dari Ancaman Komputer Kuantum

Perangkat lunak yang dikembangkan oleh Modular dirancang untuk menjalankan proses inferensi model AI, yaitu tahap di mana model AI menghasilkan jawaban atau prediksi berdasarkan data yang diterima. Teknologi ini mendukung berbagai jenis chip dari sejumlah vendor, termasuk Nvidia dan AMD.

Dengan akuisisi ini, Qualcomm diharapkan dapat memiliki perangkat lunak yang dapat bersaing dengan CUDA, platform perangkat lunak milik Nvidia yang telah menjadi salah satu fondasi utama dominasi perusahaan tersebut di industri AI.

Menurut analis Emarketer, Jacob Bourne, Qualcomm bertaruh bahwa dengan memiliki perangkat lunak yang mampu menjalankan proses inferensi AI secara lebih efisien di atas perangkat keras, perusahaan dapat memperoleh posisi yang lebih baik di pasar pusat data.

CEO Qualcomm, Cristiano Amon, juga menekankan bahwa perusahaan percaya masa depan AI akan bergantung pada platform yang ramah bagi pengembang dan dapat berjalan di berbagai lingkungan komputasi. Pendekatan ini diharapkan memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk menentukan bagaimana dan di mana mereka ingin menerapkan teknologi AI.

Tinggalkan komentar